Tidak banyak yang tahu jika setiap tanggal 22 September diperingati Hari Bebas Kendaraan Bermotor Sedunia. Setiap tahun, para pengemudi di berbagai kota di seluruh dunia didorong untuk menggunakan sarana transportasi lain selama satu hari, menyoroti dampak lingkungan dan kesehatan dari jumlah kendaraan yang lebih sedikit di jalan.
Menurut The Bogota Post, ibu kota Kolombia, Bogota, sebenarnya memiliki dua hari tanpa mobil atau ‘Días sin Carro y Moto’ setahun, di mana mobil pribadi dilarang di sebagian besar kota. Hari tanpa mobil pertamanya adalah pada tahun 2000 dan didukung melalui referendum publik. Taksi, bus sekolah, kendaraan darurat, dan milik pekerja kunci termasuk dokter adalah di antara yang terkecuali dari aturan tersebut.
Untuk memperingati hari tersebut, kita akan melihat beberapa data tentang salah satu alternatif penggunaan mobil: transportasi umum. Grafik berikut menggunakan data survei Insight Konsumen Statista untuk menunjukkan penggunaan transportasi umum di sejumlah negara. Warga Korea Selatan melaporkan tingkat penggunaan tertinggi di antara para responden yang disurvei, yakni 41 persen, diikuti oleh Polandia dengan 39 persen dan Austria dengan 34 persen. Amerika Serikat berada di ujung lain dari spektrum, dengan hanya 13 persen responden yang mengatakan hal yang sama.
Semua angka ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan jumlah responden yang mengatakan bahwa mereka menggunakan mobil pribadi untuk pergi bekerja, dengan sebagian besar negara melaporkan penggunaan mobil di antara para pekerja sekitar 60 persen. Amerika Serikat bahkan lebih tinggi, dengan 73 persen responden mengatakan bahwa mereka menggunakan mobil untuk berkomuter, sementara di Jepang kesenjangan tersebut jauh lebih sempit, dengan 41 persen mengatakan bahwa mereka menggunakan mobil dibandingkan dengan 30 persen yang menggunakan transportasi umum.
Di Indonesia sendiri, meski transportasi umum terlihat selalu penuh di jam-jam sibuk, tetap saja pengguna kendaraan pribadi jauh lebih banyak. Apa lagi, car free day hanya diselenggarakan pada hari Minggu pagi di mana sebagian besar perkantoran tutup. Jadi, Hari Bebas Kendaraan Bermotor Sedunia terasa kurang relevan di Indonesia dan negara kita juga masih jauh dari ranking jika ingin masuk ke dalam daftar di atas. Bagaimana pendapatmu tentang hal ini?






