Film drama terbaru dari sutradara Iwan Kurniawan, “Mungkin Nanti Esok atau Lusa”, telah mengambil adegan-adegan bersejarah yang memukau di beberapa situs penting bagi peradaban Islam di Istanbul, Turki. Dalam sebuah “Press Screening” yang diadakan di bioskop Sarinah, Jakarta pada Rabu kemarin, Iwan Kurniawan berbagi pengalaman menarik dari proses syuting film ini.
Proses pengambilan gambar tidaklah mudah, terutama ketika tim produksi memutuskan untuk merekam adegan di masjid terkenal seperti Masjid Rüstem Paşa di Eminönü. Iwan Kurniawan, sutradara dan produser film ini, dengan tulus meminta izin kepada imam setempat untuk melakukan pengambilan adegan penting antara tokoh utama Kemuning dan seorang ustazah.
“Kami ingin menyampaikan pesan sejarah Islam di Turki kepada masyarakat Indonesia, dan Alhamdulillah, imam masjid dengan baik hati memberikan izin kepada kami,” ujar Iwan.
Pengambilan adegan tidak hanya terbatas di masjid, tim produksi juga menghadapi tantangan saat syuting di Hipodrom Konstantinopel. Mereka harus berhadapan dengan pihak keamanan yang mempertanyakan tujuan mereka di lokasi bersejarah tersebut.
Namun, kerumitan tersebut tidak menghalangi semangat tim produksi. “Kami merasa didukung dengan baik oleh orang-orang Turki yang ramah dan mau membantu,” tambah Iwan.
Film “Mungkin Nanti Esok atau Lusa” menampilkan cerita tentang perjuangan seorang gadis desa, Kemuning, yang mendapat beasiswa S2 di Turki. Namun, cintanya dengan Raditya, yang telah berjanji untuk menikahinya, terancam ketika Raditya berbalik menikahi wanita lain atas desakan ibunya.
Film ini tidak hanya menonjolkan bintang-bintang muda seperti Natasya Nurhalima dan Bilal Fadh, tetapi juga melibatkan akting mantap dari Olga Lydia, Akbar Kobar, Terry Putri, dan banyak lagi.
“Mungkin Nanti Esok atau Lusa” dijadwalkan tayang perdana mulai 11 Juli 2024 di bioskop-bioskop Indonesia. Film ini diharapkan tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga memberi penghargaan pada warisan sejarah Islam yang kaya di Turki.






