Film Horor “Sakaratul Maut” Sajikan Konflik Keluarga dengan Sentuhan Kengerian Khodam

Rapi Films kembali menghadirkan film horor terbaru berjudul “Sakaratul Maut”, disutradarai oleh Sidharta Tata. Film ini mengisahkan konflik keluarga yang dibalut dengan kengerian khodam yang mengancam keberadaan mereka.

Dibintangi oleh Indah Permatasari sebagai Retno dan Della Dartyan sebagai Wati, cerita ini berfokus pada kehidupan dua kakak beradik yang tidak menyadari bahwa ayah mereka memiliki khodam yang menyebabkan kesulitan saat menghadapi sakaratul maut.

Read More

Indah mengungkapkan bahwa kombinasi antara konflik keluarga dan elemen horor menjadi daya tarik utama baginya untuk bergabung dalam proyek ini. “Film ini tidak hanya menyajikan horor, tetapi juga memiliki cerita yang logis. Setiap karakter memiliki tujuan masing-masing, membuat film ini terasa manis meski bergenre horor,” jelasnya dalam kunjungan media di ANTARA Heritage Center.

Salah satu inti dari cerita adalah perebutan harta warisan yang memicu ketegangan di antara kakak beradik. Della, yang berperan sebagai Wati, menjelaskan bahwa untuk mendalami karakternya, ia harus menguasai dialek Jawa dan memahami situasi Wati, yang merupakan seorang pedagang kecil di Klaten.

“Bermain dalam bahasa Jawa fasih itu tantangan tersendiri. Wati orangnya blak-blakan dan cepat berbicara, terutama saat marah. Jadi, saya merasa seperti nge-rap,” ungkap Della tentang prosesnya.

Indah juga menghadapi tantangan yang sama, mengingat latar belakangnya dari Makassar. Ia berusaha memperdalam bahasa Jawa agar terdengar lebih natural. “Saya fokus pada bahasa karena khawatir tidak terdengar medok. Tapi, alhamdulillah, semua berjalan lancar berkat proses reading yang intens,” ujarnya.

Keduanya sepakat bahwa “Sakaratul Maut” tidak hanya mengisahkan horor, tetapi juga menyampaikan pesan penting tentang hubungan antar manusia dan pentingnya berbuat baik.

Cerita “Sakaratul Maut” dimulai dengan musibah yang menimpa orang tua Retno dan Wati. Ibu mereka meninggal dunia, sementara ayah, Pak Wiryo, harus menghadapi sakaratul maut karena khodam yang menyertainya. Di tengah situasi sulit ini, terungkap bahwa Pak Wiryo memiliki istri kedua dan saudara tiri yang juga ikut bersaing dalam perebutan warisan. Ketegangan semakin meningkat ketika Retno dan Wati harus melawan khodam yang menghantui keluarga mereka.

Dengan segala kengerian dan konflik yang ada, “Sakaratul Maut” siap menyuguhkan pengalaman menegangkan yang sarat makna.

Related posts