Sarapan dengan karbohidrat tetap menjadi hal penting untuk mempersiapkan metabolisme tubuh, menurut Dr. Rudy Kurniawan, Sp.PD Dip.TH, MM, MARS, seorang dokter spesialis penyakit dalam. Dalam diskusi kesehatan yang diadakan oleh Nutrifood di Jakarta pada Rabu (31/7), Dr. Rudy menegaskan pentingnya konsumsi karbohidrat saat sarapan untuk memulai aktivitas metabolisme tubuh setelah periode tidur malam yang panjang.
“Karbohidrat yang bersifat starchy, seperti tepung, sangat dianjurkan pada pagi hari. Ini karena tubuh kita baru saja menjalani periode jeda panjang tanpa asupan makanan, yang bisa mencapai 12 jam,” jelas Dr. Rudy. Sarapan yang baik, menurutnya, harus mengikuti pedoman dari Kementerian Kesehatan, yakni Isi Piringku, yang mencakup karbohidrat, protein, dan lemak sehat.
Dr. Rudy juga mengingatkan bahwa meskipun asupan gula, garam, dan lemak diperlukan, konsumsinya harus dalam batas wajar. Sebagai alternatif, camilan sehat seperti buah atau makanan ringan berbasis gandum utuh dapat dijadikan pilihan saat jeda antara makan pagi dan makan siang atau antara makan siang dan makan malam.
“Snack bisa disarankan dua kali, yaitu di antara waktu makan pagi dan siang, serta siang dan malam. Pilihannya bisa berupa buah atau makanan ringan yang tidak terlalu manis seperti kue dari gandum utuh,” tambahnya.
Bagi mereka yang rutin berolahraga, Dr. Rudy menyarankan agar karbohidrat tetap dikonsumsi dan diimbangi dengan aktivitas fisik untuk mencegah penumpukan kalori yang bisa berujung pada penambahan lemak tubuh. Karbohidrat yang tidak terbakar dengan baik dapat berubah menjadi lemak dan gula berlebih, yang berpotensi menyebabkan gangguan metabolisme seperti diabetes.
Ia mengungkapkan kekhawatirannya terkait meningkatnya angka penderita diabetes tipe 2 di kalangan usia muda, seringkali sebagai akibat gaya hidup sedenter dan konsumsi nasi yang berlebihan. “Gaya hidup yang kurang aktif dan asupan makanan yang tidak seimbang dapat menyebabkan resistensi insulin dan berujung pada diabetes,” pungkas Dr. Rudy.






