Platform streaming digital lokal Vidio meluncurkan film pahlawan super terbaru berjudul Bardion Director’s Cut. Film ini merupakan rangkuman dari serial populer Smart Protector Bardion yang telah tayang sebelumnya, dan akan mulai ditayangkan pada 23 Agustus 2024.
Senior Vice President Content Vidio, Eva Stephanie Kurnia, mengungkapkan dukungannya terhadap konten lokal berkualitas seperti Bardion. Dalam konferensi pers di Jakarta, Eva menyatakan optimisme bahwa kehadiran Bardion akan semakin memajukan industri perfilman nasional dan menarik perhatian lebih luas, baik di dalam maupun luar negeri.
“Vidio, sebagai platform streaming terbesar di Indonesia dengan lebih dari 4 juta pelanggan, terus berkomitmen untuk menghadirkan konten lokal premium yang tidak dimiliki oleh pesaing kami. Kami yakin bahwa Bardion akan memberikan dampak positif bagi industri film tanah air,” ujar Eva.
Selain mempersembahkan Bardion Director’s Cut yang berdurasi 1 jam 32 menit, Vidio juga menampilkan episode terakhir dari IP Smart Protector Bardion dalam bentuk movie eksklusif. Film ini menonjolkan kualitas visual dan audio yang ditingkatkan, termasuk adegan tambahan yang seru, tampilan 3D VFX yang lebih baik, serta audio spatial 5.1.
Executive Producer sekaligus Kreator Bardion, Yudi Tukiaty, menjelaskan bahwa film ini terinspirasi dari genre Tokusatsu, yang dikenal dengan cerita-cerita moral dan keberanian. Yudi ingin menunjukkan bahwa pekerja kreatif Indonesia memiliki kompetensi tinggi melalui karya ini.
“Bardion bukan hanya sebuah film, tapi juga pembuktian bahwa banyak pekerja kreatif Indonesia mampu menghadirkan karya berkualitas. Dengan tambahan adegan seru dan teknologi terbaru, kami berharap penonton mendapatkan pengalaman menonton yang lebih memukau,” kata Yudi.
Film ini menampilkan Sebastian Tetti sebagai Bara, Kameaam sebagai Joyce, dan Yori (mantan anggota JKT48) sebagai Haruka. Berlatar di planet Byron yang mengalami bencana ozon, Bardion menggambarkan pertarungan antara dua faksi: Byron Sigma Force (BSF) dan Syndrom. BSF berusaha menyelamatkan planet Byron dengan teknologi canggih, sementara Syndrom memilih mutasi penduduk sebagai solusi.
Dengan genre superhero Tokusatsu dan produksi oleh Bardi Smarthome, Bardion menandai langkah penting dalam sejarah perfilman Indonesia, menampilkan kreasi yang mengedepankan nilai-nilai positif serta kualitas visual dan teknis yang mengesankan.






