Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) kini fokus pada intensifikasi publikasi mengenai kemajuan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Langkah ini diambil untuk menegaskan kesiapan infrastruktur kawasan tersebut sebagai pusat pemerintahan masa depan serta untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya proyek ini.
Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kemenkominfo, Septriana Tangkary, menjelaskan bahwa strategi ini bertujuan agar masyarakat dapat melihat IKN sebagai katalis untuk pengembangan pusat ekonomi baru dan contoh nyata pemerataan pembangunan. “Pemindahan ibu kota ke Nusantara adalah langkah strategis untuk menciptakan daerah yang smart, kompetitif di tingkat global, serta menjadi pendorong transformasi Indonesia berbasis inovasi, teknologi, dan green economy,” ujar Septriana dalam keterangan resmi yang diterima pada hari Minggu.
Kemenkominfo telah melaksanakan empat program utama untuk menyebarluaskan informasi mengenai perkembangan IKN. Program pertama adalah “Temu Influencer: Sudah Sejauh Mana Pembangunan IKN”, yang melibatkan para pemengaruh media sosial dalam diskusi mengenai IKN. Program ini telah dilaksanakan di beberapa kota seperti Makassar dan Manado.
Program kedua, “Voice of Nusantara”, adalah sebuah konser musik yang diadakan pada 31 Juli lalu di Anjungan Sarinah, Jakarta Pusat. Konser ini menampilkan pembicara seperti Panji Himawan dari Otorita IKN, Rima Agristina dari BPIP, serta anggota dan purna anggota Paskibraka 2024.
Program ketiga, “Bincang Nusantara”, dilaksanakan di Makassar untuk memperkenalkan IKN kepada masyarakat setempat. Sementara itu, program keempat, “Temu Pemimpin Redaksi”, melibatkan 43 pemimpin media nasional dan enam media lokal untuk berkunjung ke IKN dan mengeksplorasi keunggulan kawasan tersebut.
Semua program komunikasi publik ini didasarkan pada data terkini dari Satgas Perencanaan Pembangunan Infrastruktur Ibu Kota Nusantara. Data terbaru menunjukkan bahwa hingga Juli 2024, pembangunan konstruksi infrastruktur batch I IKN telah mencapai 86 persen. Pembangunan Istana Negara dan lapangan upacara juga telah mencapai 82,73 persen, sementara pembangunan kantor Presiden telah mencapai 88,54 persen.






