5 Fakta Kota yang Akan Menjadi Megacity di Masa Mendatang, Keuntungan atau Kerugian?

Urbanisasi global semakin meningkat pesat, dan diperkirakan pada tahun 2050, 70 persen populasi dunia akan tinggal di kota-kota besar. Fenomena ini didorong oleh pertumbuhan populasi serta pergeseran menuju kehidupan perkotaan. Di antara kota-kota ini, megacity – kota dengan populasi lebih dari 10 juta jiwa – akan mendominasi lanskap urban. Berikut lima fakta menarik tentang kota-kota yang akan menjadi megacity di tahun-tahun mendatang.

1. Pertumbuhan Populasi yang Eksplosif

Pada tahun 2020, sekitar 54 persen populasi dunia tinggal di kota. Namun, angka ini akan meningkat hingga 70 persen pada 2050. Perubahan ini terjadi seiring dengan meningkatnya urbanisasi dan pertumbuhan penduduk, khususnya di negara-negara berkembang. Megacity seperti Delhi dan Dhaka diprediksi akan mengalami lonjakan populasi yang sangat besar, masing-masing mencapai 49,6 juta dan 34,6 juta penduduk pada 2050.

2. Peran Faktor Tarik dan Dorong

Urbanisasi tidak hanya terjadi karena faktor ekonomi semata, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor tarik dan dorong. Sebagai contoh, di Kinshasa, ibu kota Republik Demokratik Kongo, faktor dorong seperti kekerasan, degradasi ekologi, dan kurangnya lahan pertanian memaksa penduduk desa untuk pindah ke kota. Sebaliknya, kota besar menawarkan peningkatan taraf hidup, yang menjadi faktor tarik bagi mereka yang ingin mencari kehidupan lebih baik di perkotaan.

3. Lonjakan Megacity di Asia dan Afrika

Saat ini, ada 33 megacity di seluruh dunia, termasuk kota-kota besar seperti Tokyo, Delhi, dan São Paulo. Pada 2050, diperkirakan akan ada 14 megacity baru yang muncul, terutama di Asia dan Afrika. Manila di Filipina dan Bangalore di India diprediksi akan mengalami pertumbuhan ekonomi signifikan dengan peningkatan PDB sekitar 150 persen dalam dekade mendatang, menjadikan kota-kota ini pusat ekonomi baru di Asia.

4. Penurunan Populasi di Beberapa Megacity

Meskipun banyak kota akan mengalami pertumbuhan populasi yang pesat, beberapa megacity justru diperkirakan mengalami penurunan jumlah penduduk. Kota seperti Moskow, Osaka, dan Tokyo diperkirakan akan mengalami penurunan populasi sebesar 3 hingga 12 persen. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh penuaan populasi dan rendahnya angka kelahiran di kota-kota tersebut, meskipun Tokyo tetap akan menjadi megacity terbesar keempat di dunia pada 2050.

5. Dominasi Megacity di Masa Depan

Kota-kota yang telah mencapai status megacity seperti Jakarta, New York, dan Shanghai akan terus mendominasi peta urban dunia. Selain itu, kota-kota lain seperti Kuala Lumpur dan Wuhan diperkirakan akan menyusul sebagai megacity baru sebelum 2035. Dengan demikian, megacity akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, budaya, dan teknologi di masa depan, mengubah cara hidup dan bekerja masyarakat dunia.

Urbanisasi yang terus meningkat ini akan menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi kota-kota di masa depan. Megacity tidak hanya akan menjadi pusat ekonomi dunia, tetapi juga harus menghadapi isu-isu lingkungan, kemacetan, dan kebutuhan infrastruktur yang semakin mendesak.

Related posts