Semakin banyak anak muda di Afrika yang mempertimbangkan untuk meninggalkan negara mereka dalam beberapa tahun mendatang. Berdasarkan African Youth Survey 2024 yang dilakukan oleh Ichikowitz Family Foundation, hampir tiga dari lima anak muda Afrika mengaku sangat atau cukup berencana untuk beremigrasi. Hal ini menunjukkan peningkatan sebesar tujuh poin persentase dibandingkan survei tahun 2022.
Fenomena ini dipicu oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kemudahan mobilitas yang membaik setelah pandemi. Namun, mengapa begitu banyak anak muda Afrika ingin meninggalkan tanah kelahiran mereka?
Alasan Ekonomi dan Pendidikan
Salah satu alasan utama mengapa anak muda Afrika ingin beremigrasi adalah faktor ekonomi. Sebanyak 43 persen responden menyebutkan bahwa kondisi ekonomi yang sulit menjadi motivasi utama untuk pindah ke luar negeri. Keterbatasan peluang kerja dan rendahnya upah di negara asal membuat banyak anak muda mencari peluang yang lebih baik di luar negeri.
Selain itu, 38 persen dari mereka menyebutkan bahwa peluang pendidikan juga menjadi faktor pendorong. Banyak anak muda yang berharap mendapatkan akses ke pendidikan yang lebih baik dan lebih berkualitas di negara-negara maju, dengan harapan bahwa hal ini akan membuka jalan menuju karir yang lebih cemerlang di masa depan.
Dampak Korupsi terhadap Pilihan Emigrasi
Selain faktor ekonomi dan pendidikan, korupsi menjadi alasan lain mengapa banyak anak muda Afrika ingin meninggalkan negara mereka. Di negara-negara seperti Afrika Selatan dan Gabon, korupsi disebut sebagai alasan utama bagi kaum muda untuk mempertimbangkan emigrasi, dengan masing-masing 38 persen dan 32 persen responden menyatakan hal tersebut.
Menariknya, tingkat kekhawatiran terhadap korupsi meningkat sebesar tiga poin persentase dibandingkan survei tahun 2022. Ketidakpuasan terhadap pemerintahan yang tidak transparan dan sistem yang tidak mendukung kesejahteraan warganya menjadi faktor pendorong yang kuat bagi generasi muda Afrika untuk mencari kehidupan yang lebih baik di luar negeri.
Hambatan Mencari Pekerjaan di Afrika
Ketika ditanya tentang hambatan utama dalam mencari pekerjaan, 40 persen responden menempatkan korupsi sebagai isu terbesar yang menghalangi mereka mendapatkan pekerjaan yang layak. Hal ini diikuti oleh 29 persen yang menyebutkan kurangnya pekerjaan dengan bayaran yang layak, dan 27 persen menyalahkan kurangnya dukungan pemerintah.
Dalam situasi seperti ini, anak muda Afrika merasa terjebak di negara mereka sendiri, tanpa dukungan yang cukup untuk maju secara profesional maupun finansial. Kondisi ini memperkuat keinginan mereka untuk pindah ke negara yang menawarkan lebih banyak peluang dan lingkungan yang lebih stabil.
Meningkatnya jumlah anak muda Afrika yang berencana untuk beremigrasi mencerminkan ketidakpuasan terhadap situasi ekonomi, pendidikan, dan politik di benua tersebut. Faktor-faktor seperti korupsi, kurangnya peluang kerja, dan sistem yang tidak mendukung menjadi pendorong utama di balik keinginan untuk meninggalkan tanah air.
Namun, penting bagi pemerintah Afrika untuk mendengarkan suara generasi muda dan mengambil langkah-langkah konkret untuk memperbaiki kondisi ini, sehingga mereka tidak merasa perlu meninggalkan negara mereka untuk mencari masa depan yang lebih baik.






