Tindak Tegas! Ini Negara-Negara dengan Eksekusi Mati Terbanyak

Pexels.com

Laporan tahunan Amnesty International menunjukkan bahwa setidaknya 883 orang dieksekusi tahun lalu. Namun, angka ini diperkirakan jauh lebih tinggi karena beberapa negara, seperti Korea Utara, Vietnam, dan Belarus, tidak mempublikasikan data eksekusi yang akurat. Di Tiongkok, jumlah eksekusi tetap menjadi rahasia negara, tetapi ribuan orang diyakini dieksekusi setiap tahun. Tren hukuman mati ini mencerminkan masih kuatnya penggunaan hukuman ini di beberapa negara, meskipun banyak negara lain telah meninggalkannya.

Tiongkok dan Iran: Pemimpin dalam Eksekusi Mati

Tiongkok menduduki puncak negara dengan jumlah eksekusi mati terbanyak, meskipun angka resminya dirahasiakan. Amnesty International memperkirakan ribuan orang dieksekusi setiap tahunnya. Di posisi kedua, Iran mencatat setidaknya 576 eksekusi pada tahun 2022, meningkat 55 persen dari tahun sebelumnya. Sebagian besar eksekusi di Iran terkait dengan kasus narkoba dan pembunuhan, serta 18 orang dieksekusi atas tuduhan moharebeh atau “permusuhan terhadap Tuhan.” Tuduhan ini sering kali terkait dengan aksi protes, seperti yang terjadi setelah kematian Mahsa Amini, yang memicu gelombang demonstrasi di Iran.

Peningkatan Eksekusi di Arab Saudi

Arab Saudi juga menunjukkan peningkatan signifikan dalam eksekusi mati. Pada 2022, 196 orang dieksekusi, jauh lebih tinggi dibandingkan 27 eksekusi pada tahun 2020. Sebagian besar eksekusi ini terkait dengan tindak terorisme, di mana 83 orang dihukum mati atas tuduhan terorisme. Peningkatan tajam ini memperlihatkan kebijakan keras negara tersebut terhadap kejahatan berat, meskipun hukuman mati sering kali memicu kritik dari berbagai organisasi HAM internasional.

Hukuman Mati di Amerika Serikat

Meskipun jumlahnya lebih rendah dibandingkan negara-negara lain, Amerika Serikat tetap menjalankan eksekusi mati di beberapa negara bagian. Pada 2022, terdapat 18 eksekusi yang dilakukan di enam yurisdiksi, yaitu Alabama, Arizona, Mississippi, Missouri, Oklahoma, dan Texas. Selain itu, terdapat 21 hukuman mati baru yang dijatuhkan di 12 negara bagian, termasuk Alabama, Florida, dan Texas. Meskipun angka eksekusi di AS lebih rendah dibandingkan puncaknya di masa lalu, tren ini masih menjadi perdebatan dalam masyarakat Amerika.

Dok. Statista

Penurunan Eksekusi Selama Pandemi

Menariknya, pada tahun 2021, jumlah eksekusi meningkat 20 persen dari tahun sebelumnya, meskipun masih mencatatkan angka terendah sejak Amnesty International memulai pencatatan pada 2010. Penurunan ini kemungkinan disebabkan oleh penundaan eksekusi selama pandemi COVID-19. Namun, dengan angka eksekusi pada 2022 mencapai titik tertinggi sejak 2017, tampaknya jeda ini hanya sementara. Hal ini menunjukkan bahwa hukuman mati tetap menjadi alat yang digunakan oleh pemerintah di berbagai negara, meskipun ada penundaan sementara.

Negara-Negara dengan Eksekusi Terendah

Di sisi lain, beberapa negara tidak mencatat eksekusi sama sekali atau hanya mencatat sedikit kasus pada tahun 2022. Negara-negara ini termasuk sebagian besar negara di Eropa yang telah menghapus hukuman mati sepenuhnya, serta beberapa negara di Asia dan Afrika yang jarang menerapkan hukuman ini. Meskipun demikian, di tingkat global, setidaknya 55 negara masih memberlakukan hukuman mati, dengan 20 negara mencatat eksekusi aktif selama tahun 2022.

Penggunaan hukuman mati di seluruh dunia terus menjadi perdebatan yang kompleks, dengan beberapa negara menunjukkan tren peningkatan eksekusi, sementara yang lain menghapus hukuman ini. Laporan dari Amnesty International menyoroti bahwa meskipun ada jeda selama pandemi, hukuman mati masih menjadi bagian dari sistem hukum di berbagai negara, terutama di China, Iran, dan Arab Saudi. Bagi sebagian negara, hukuman mati dianggap sebagai cara untuk menangani kejahatan berat, sementara negara lain justru memilih pendekatan yang lebih lunak dan berfokus pada rehabilitasi.

Related posts