Apple Inc., raksasa teknologi asal Amerika Serikat, hampir berhasil mencatatkan rekor keuntungan tahunan sebesar $100 miliar dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun angka tersebut kembali gagal tercapai tahun ini, Apple tetap mencatatkan performa keuangan yang sangat impresif.
Perusahaan ini mengumumkan laba bersih $93,7 miliar untuk tahun fiskal yang berakhir pada 28 September 2024. Namun, pencapaian ini terpengaruh oleh kewajiban pajak besar di Eropa, yang menggagalkan Apple dalam mencetak rekor laba yang belum pernah diraih oleh banyak perusahaan teknologi lainnya.
Pajak Uni Eropa dan Dampaknya terhadap Laba Apple
Salah satu penghalang terbesar Apple dalam mencapai laba $100 miliar adalah kewajiban pajak di Uni Eropa yang harus dibayar tahun ini. Pada bulan September, Pengadilan Eropa mengeluarkan putusan akhir yang mendukung keputusan Komisi Eropa pada tahun 2016. Keputusan tersebut menyatakan bahwa Apple telah menerima bantuan negara yang tidak sah senilai €13 miliar dari pemerintah Irlandia dalam bentuk kredit pajak, yang dianggap melanggar aturan persaingan sehat di Uni Eropa.
Akibatnya, Apple diharuskan membayar jumlah tersebut beserta bunga, yang mencapai $10,2 miliar dalam satu kali pembayaran. Dengan demikian, tanpa beban pajak ini, laba bersih Apple diperkirakan bisa mencapai hampir $104 miliar.
Performa Apple dan Tren Pertumbuhan Laba
Jika tidak memperhitungkan pajak, performa Apple sebenarnya menunjukkan pertumbuhan yang stabil dan kuat di pasar global. Dalam laporan keuangannya, Apple turut melaporkan laba bersih yang disesuaikan (non-GAAP) sebesar hampir $104 miliar, yang menunjukkan kinerja keuangan mereka yang sebenarnya tanpa beban pajak luar biasa. Pihak manajemen dan investor lebih melihat angka ini sebagai representasi lebih akurat dari kondisi keuangan perusahaan. Angka ini juga memberikan gambaran yang lebih jelas tentang pertumbuhan Apple yang signifikan dalam dua dekade terakhir.
Sejak diluncurkannya iPhone pada tahun 2007, Apple telah mengalami peningkatan laba lebih dari 50 kali lipat. Pada tahun 2010, Apple pertama kali mencatat laba tahunan lebih dari $10 miliar, kemudian mencapai $20 miliar pada 2019, dan hampir $35 miliar hanya dalam tiga bulan terakhir tahun 2021.
Apple dan Rekor Laba di Antara Perusahaan Dunia
Meski gagal mencetak laba $100 miliar, Apple tetap berada dalam jajaran teratas perusahaan dunia dengan keuntungan terbesar. Hingga kini, hanya dua perusahaan yang pernah melewati pencapaian laba tahunan $100 miliar, yaitu Vodafone pada 2014 setelah menjual sahamnya di Verizon Wireless dan Saudi Aramco yang mencapainya sebanyak empat kali dalam tahun 2018, 2021, 2022, dan 2023.
Dengan angka laba yang sangat besar dan kinerja yang stabil, Apple diprediksi akan terus berada di puncak dalam beberapa tahun mendatang dan memiliki potensi besar untuk akhirnya melampaui batas $100 miliar tersebut di masa depan.
Kendati tertahan oleh pajak Uni Eropa, pencapaian Apple tetap menunjukkan kekuatan dan stabilitas perusahaan ini sebagai pemain utama di industri teknologi global. Dengan performa yang terus meningkat, Apple memiliki peluang besar untuk segera mencetak rekor laba tahunan $100 miliar. Para investor dan pengamat pasar pun akan terus memantau bagaimana Apple melanjutkan strategi pertumbuhannya untuk menghadapi tantangan serta perubahan regulasi di pasar global yang semakin kompleks.






