Perjalanan Dewa United Esports di regular season MPL ID S15 telah berakhir. Selama 9 pekan berlaga di kompetisi MLBB tertinggi di Indonesia ini, Anak Dewa menghadapi berbagai tantangan dan dinamika kompetisi.
Meski hasil akhir belum sepenuhnya sesuai harapan, performa mereka di Land of Dawn tetap menyuguhkan berbagai hal menarik untuk dianalisis sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran guna menyongsong musim berikutnya dengan persiapan yang lebih matang.
Ada beberapa catatan penting yang bisa dipelajari dari statistik performa Dewa United Esports selama regular season MPL ID S15. Mulai dari catatan individu hingga evaluasi tim yang masih perlu dibenahi untuk meningkatkan konsistensi permainan di musim mendatang.
1. Penguasaan objektif kurang optimal
Salah satu sorotan utama adalah penguasaan objektif Dewa United Esports yang masih berada di bawah rata-rata liga. Sepanjang musim reguler, Reyy dkk kurang optimal dalam mengamankan turtle, lord, dan turret dibandingkan sebagian besar lawannya.
Menurut data statistik di laman MPL ID, Dewa United Esports menjadi tim kedua yang paling minim penguasaan objektif. Anak Dewa secara total mengambil 34 lord, 47 tortoise, dan 165 tower. Hal ini berdampak pada kontrol map dan tempo permainan yang sering kali tidak berada di tangan mereka, terutama saat memasuki mid hingga late game.
2. Midlaner pilar permainan tim
Catatan positif ditorehkan oleh midlaner Dewa United Esports, Octa dan Spencer. Octa masuk sebagai top 5 pemain dengan persentase kill participation sebanyak 79% sepanjang 30 games di regular season MPL ID S15.
Sementara Spencer juga cukup aktif membantu tim dalam banyak team-fight dengan 72% kill participation. Meski hanya bermain selama 9 games, Spencer mencatatkan KDA 4,46.
3. Keterbatasan Networth Hambat Performa Tim
Minimnya perolehan gold dan networth menjadi salah satu indikator kekurangan Dewa United Esports di regular season MPL ID S15. Dengan total 1.715.514 gold, tim ini menempati peringkat dua terendah dalam klasemen networth di antara 9 tim partisipan. Rendahnya perolehan gold menunjukkan Dewa United kerap kesulitan dalam mengamankan lane dan melakukan farming yang optimal selama pertandingan.
Tiga catatan statistik di atas menunjukkan bahwa bahwa Dewa United Esports perlu membenahi kemampuan penguasaan objektif dan mengumpulkan networth secara lebih efektif. Potensi midlaner yang kuat bisa menjadi fondasi penting untuk membangung permainan yang lebih solid dan terstruktur di musim berikutnya. Kini, Anak Dewa tinggal memperkuat role lain seperti jungler, roamer, dan EXPLaner agar memiliki sinergi lebih baik untuk tampil optimal.
Musim ini bisa menjadi momentum evaluasi yang penting bagi Dewa United untuk memperkuat fondasi tim, baik dari segi strategi maupun mental bertanding. Statistik bukan hanya angka, tetapi cerminan dari dinamika tim yang sesungguhnya, apa yang sudah berjalan baik dan apa yang perlu diperbaiki ke depannya.
Dengan evaluasi yang tepat, pengalaman dari MPL ID S15 bisa menjadi bekal berharga untuk membentuk tim yang lebih solid dan kompetitif di musim berikutnya. Dewa United Esports masih memiliki ruang besar untuk tumbuh, dan para pemain muda dalam skuad ini berpotensi menjadi kekuatan baru.






