Pandemi hingga Streaming Ubah Peta Perfilman, Film Bioskop Kian Menyusut

Unsplash.com

Industri film global masih terus beradaptasi dengan perubahan besar yang dipicu sejak pandemi Covid-19. Tak hanya mengganggu proses produksi, krisis ini juga mengubah cara film dirilis dan dikonsumsi penonton. Dampaknya terasa jelas di bioskop, di mana jumlah film yang tayang di layar lebar kian menurun dalam beberapa tahun terakhir.

Pandemi dan Mogok Kerja Picu Kekosongan Produksi

Read More

Sejak 2020, pandemi Covid-19 memaksa banyak rumah produksi menghentikan aktivitasnya akibat pembatasan kesehatan dan penutupan lokasi syuting. Rantai produksi film pun terganggu, membuat banyak proyek tertunda bahkan dibatalkan, yang efeknya baru terasa beberapa tahun setelahnya saat jumlah film rilis menurun drastis.

Situasi ini diperparah oleh mogok kerja besar-besaran di Hollywood pada 2023, yang melibatkan penulis naskah WGA dan aktor SAG-AFTRA. Selama berbulan-bulan, hampir seluruh produksi film berskrip dihentikan, menciptakan jeda panjang dalam suplai film baru untuk bioskop.

Studio Lebih Selektif, Streaming Jadi Prioritas

Di tengah ketidakpastian ekonomi dan perubahan perilaku penonton, studio film mulai mengubah strategi. Produksi beranggaran kecil hingga menengah kini lebih sering langsung dirilis ke platform streaming, sementara bioskop diprioritaskan untuk film blockbuster dan waralaba besar yang dianggap lebih aman secara komersial.

Langkah ini membuat film independen dan produksi skala kecil semakin sulit mendapat slot tayang luas di bioskop. Risiko finansial yang tinggi dan biaya distribusi yang besar membuat studio memilih jalur digital yang dinilai lebih efisien dan menjangkau audiens lebih luas dari rumah.

Jumlah Film Bioskop Menurun, Skala Produksi Membesar

Data Box Office Mojo menunjukkan bahwa pada tahun lalu, sebanyak 675 film dirilis di bioskop Amerika Utara, meningkat dari titik terendah pascapandemi pada 2021. Meski demikian, angka ini masih 25 persen lebih rendah dibandingkan tahun 2019 dan berada di bawah rata-rata satu dekade sebelumnya.

Tren ini menandakan masa depan bioskop yang lebih ramping, dengan jumlah film lebih sedikit namun berskala besar. Sementara itu, film beranggaran rendah dan menengah menemukan “rumah baru” di platform streaming, memperkuat pergeseran distribusi film dari layar lebar ke layar rumah.

Perubahan ini menegaskan bahwa industri film sedang memasuki era baru. Bioskop tak lagi menjadi tujuan utama bagi semua jenis film, melainkan panggung eksklusif untuk produksi besar. Di sisi lain, streaming memberi ruang hidup bagi beragam cerita yang mungkin tak lagi mendapat tempat di layar lebar, menandai evolusi cara kita menikmati film di masa depan.

Related posts