Mahasiswa ITS Menciptakan Deterjen Organik Ramah Lingkungan untuk Mengatasi Pencemaran Air

Sebuah terobosan inovatif muncul dari tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya. Mereka berhasil menciptakan deterjen baru yang ramah lingkungan, diberi nama Chozz, sebagai solusi untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh deterjen konvensional.

Rafindita Sumar Ramadhan, Ketua tim Chozz ITS, menjelaskan bahwa inovasi ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan serius akibat penggunaan deterjen berbahan anorganik di rumah tangga. Deterjen konvensional tersebut telah terbukti menyumbang pada kerusakan sumber daya air, seperti yang tercatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa kerusakan sumber daya air di Indonesia meningkat hingga 50 persen dari tahun 2014 hingga 2018.

Chozz hadir dengan bahan-bahan organik seperti minyak kelapa dan ekoenzim. Minyak kelapa dipilih karena ketersediaannya yang melimpah di Indonesia, sementara ekoenzim dipilih karena kemampuannya dalam membersihkan limbah organik. Rafindita juga menekankan penggunaan essential oil sebagai pewangi dan soda api untuk memadatkan adonan deterjen.

Salah satu keunggulan Chozz adalah bentuknya yang padat dan efisien. Dalam satu buah padatan deterjen Chozz, dapat digunakan untuk mencuci lima kilogram pakaian. Proses pembuatan Chozz tergolong sederhana, di mana bahan-bahan dicampurkan dalam takaran tertentu, kemudian dicetak hingga mengeras.

Chozz telah mendapatkan pengakuan internasional dengan meraih juara II di ajang Youthpreneur Competition (IYC) 2024 yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB). Keberhasilan ini menegaskan potensi besar dari inovasi ramah lingkungan ini dalam mengatasi permasalahan lingkungan global.

Diharapkan, keberhasilan Chozz dapat mendorong kesadaran akan pentingnya penggunaan produk ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Related posts