KPKP DKI Minta Warga Pisahkan Limbah Jeroan Kurban untuk Cegah Bau dan PMK

Dalam menjelang pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1445 H, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta mengeluarkan imbauan kepada panitia kurban dan masyarakat. Imbauan tersebut bertujuan untuk memisahkan limbah jeroan hewan kurban guna menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah penyebaran bau tidak sedap serta potensi penyakit mulut dan kuku (PMK).

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Suharini Eliawati, menegaskan perlunya perhatian lebih terhadap pengelolaan limbah jeroan kurban. “Kami mengimbau agar panitia kurban tidak langsung membuang limbah jeroan hewan kurban. Lebih baik dipisahkan dan dikelola dengan baik,” ujarnya dalam pernyataannya di Jakarta Selatan.

Read More

Selain memisahkan limbah, Suharini juga menyoroti pentingnya proses perebusan jeroan. Menurutnya, proses perebusan tidak hanya untuk menghilangkan bau yang tidak sedap, tetapi juga untuk memastikan eradikasi PMK yang mungkin terdapat dalam jeroan yang belum terurai.

Imbauan ini juga melibatkan peran masyarakat dalam memastikan kebersihan dan kesehatan hewan kurban yang akan dibeli. Masyarakat diingatkan untuk membeli hewan kurban di tempat penampungan hewan kurban yang telah terverifikasi dan memiliki stiker tanda sehat serta dokumen lengkap sesuai dengan regulasi pemerintah.

Di sisi lain, terkait dengan lokasi pemotongan hewan kurban, KPKP DKI Jakarta menegaskan bahwa tempat pemotongan harus memenuhi persyaratan administrasi dan teknis yang telah ditetapkan. Hal ini termasuk fasilitas untuk penanganan daging dan jeroan yang terpisah, serta perlunya penggunaan tirai penutup untuk mencegah hewan lain melihat proses pemotongan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menekankan perlunya penerapan prinsip “Eco Qurban” dalam pelaksanaan penyembelihan hewan kurban. Hal ini mencakup penanganan limbah hewan kurban secara ramah lingkungan agar tidak mencemari lingkungan sekitar.

“Dengan menjaga kebersihan dan penerapan prinsip ‘Eco Qurban’, kita dapat menjalankan ibadah kurban dengan lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan,” tutupnya.

Imbauan ini diharapkan dapat dijadikan pedoman bagi panitia kurban dan masyarakat dalam menjalankan ibadah kurban dengan penuh kesadaran akan kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Related posts