Rivian Automotive dan Volkswagen Group mengumumkan kemitraan strategis untuk membentuk perusahaan patungan yang akan fokus pada pengembangan teknologi kendaraan elektrik dan perangkat lunak inovatif. Kemitraan ini bertujuan untuk mempercepat inovasi dan menurunkan biaya produksi kendaraan di masa depan.
Menurut siaran pers dari Rivian, CEO Volkswagen Group Oliver Blume menyatakan, “Pelanggan kami akan mendapatkan keuntungan dari kemitraan ini dengan Rivian untuk menciptakan arsitektur teknologi terdepan. Melalui kerja sama ini, kami akan memberikan solusi terbaik untuk kendaraan kami dengan lebih cepat dan dengan biaya yang lebih rendah.”
Rivian akan menyumbangkan keahlian dalam arsitektur kelistrikan, sementara Volkswagen Group akan memanfaatkan platform perangkat lunak Rivian untuk mendukung rencana pengembangan kendaraan berbasis perangkat lunak di masa depan.
Pendiri dan CEO Rivian, RJ Scaringe, menyambut baik kemitraan ini, mencatat bahwa ini sejalan dengan misi Rivian untuk mempromosikan transisi global dari bahan bakar fosil. “Rivian diciptakan untuk membantu dunia beralih melalui produk dan layanan yang menarik, dan kemitraan ini sangat selaras dengan misi tersebut,” katanya.
Kedua perusahaan berencana untuk meluncurkan kendaraan hasil dari teknologi yang dikembangkan dalam perusahaan patungan ini dalam beberapa tahun ke depan. Volkswagen Group juga berniat untuk menanamkan investasi sebesar 5 miliar dolar AS (sekitar Rp82 triliun) ke Rivian sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat kemitraan ini.
Sebelumnya, telah dilakukan validasi yang signifikan untuk memastikan bahwa arsitektur dan perangkat lunak kelistrikan Rivian kompatibel dengan kendaraan Volkswagen Group, menandai langkah awal yang kuat dalam implementasi kemitraan ini.
Kemitraan ini tidak hanya bertujuan untuk memperkuat posisi kedua perusahaan di pasar global, tetapi juga untuk mempercepat pengembangan kendaraan ramah lingkungan dan teknologi otomotif masa depan.






