Deteksi Dini Kelainan Jantung Saat Olahraga: Mengapa Penting?

Seorang ahli jantung dari Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro Jaya, dr. Alexandra Gabriella Sp.J.P FIHA, mengingatkan pentingnya skrining untuk mendeteksi risiko kelainan jantung pada atlet profesional saat berolahraga. Dalam wawancara daring pada Selasa kemarin, dr. Gaby—panggilan akrabnya—mengungkapkan bahwa kelainan irama jantung dapat mengarah pada kondisi serius seperti aritmia, yang bisa berpotensi menyebabkan gagal jantung atau bahkan kematian mendadak.

“Para atlet, meskipun dalam kondisi fisik yang prima, tetap berisiko mengalami masalah jantung yang serius. Skrining secara rutin dianjurkan dengan menggunakan metode seperti EKG, treadmill, atau ekokardiografi untuk mendeteksi kelainan sejak dini,” ujarnya.

Read More

Gaby juga menyoroti pentingnya pemantauan tekanan darah, kolesterol, dan kadar gula darah sebagai langkah preventif. “Kendali tekanan darah, hindari rokok dan alkohol, serta kontrol terhadap kadar kolesterol dan gula darah menjadi kunci untuk mencegah risiko terjadinya masalah jantung,” paparnya.

Dalam kasus yang lebih darurat, Gaby menyarankan untuk segera berhenti beraktivitas jika muncul gejala seperti pusing atau pandangan gelap saat berolahraga. “Pemanasan yang baik sebelum berolahraga juga penting untuk mempersiapkan tubuh secara optimal,” tambahnya.

Tak hanya itu, dr. Gaby juga menekankan peran teknologi dalam pemantauan kesehatan jantung, seperti penggunaan smartwatch yang dapat mendeteksi detak jantung tidak teratur atau alat Echocardiogram portable yang memungkinkan pengiriman data langsung ke ponsel untuk evaluasi lebih lanjut.

Di akhir wawancara, dr. Gaby memberikan tips penting dalam penanganan keadaan darurat seperti henti jantung, yaitu dengan melakukan resusitasi jantung paru sampai bantuan medis datang.

Skrining rutin dan penerapan gaya hidup sehat menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan jantung, terutama bagi mereka yang aktif dalam kegiatan olahraga. Dengan upaya ini, diharapkan dapat meminimalisir risiko serius yang dapat terjadi pada jantung, bahkan di kalangan atlet yang secara fisik cenderung lebih sehat.

Related posts