Penelitian terbaru dari Public Interest Research and Advocacy Center (PIRAC) menyoroti kebutuhan mendesak bagi organisasi sosial di Indonesia untuk memperkuat strategi perlindungan terhadap serangan siber. Menurut laporan Doing Good Index (DGI) 2024, sebanyak 66 persen dari 2.183 organisasi sosial yang disurvei mengalami insiden keamanan siber dalam dua tahun terakhir.
Hamid Abidin, peneliti PIRAC yang memimpin studi ini, menekankan bahwa meskipun digitalisasi sektor sosial di Indonesia mengalami kemajuan pesat, masih sedikit organisasi yang memiliki rencana keamanan siber yang memadai. Hanya 31 persen dari organisasi tersebut yang telah memiliki strategi yang jelas untuk mengatasi risiko serangan siber.
“Dalam era di mana teknologi digital menjadi tulang punggung operasional organisasi sosial, keamanan data dan sistem informasi harus menjadi prioritas utama. Kita perlu meningkatkan kesadaran dan mendukung organisasi-organisasi ini agar mampu menghadapi tantangan serangan siber dengan lebih baik,” ujar Hamid dalam pernyataannya.
Digitalisasi sektor sosial telah membawa manfaat signifikan, termasuk dalam meningkatkan aksesibilitas layanan sosial melalui platform daring dan memperluas jangkauan publikasi dan promosi melalui media digital. Namun, tantangan utama yang dihadapi organisasi sosial mencakup keterbatasan dana, kurangnya keahlian teknis di kalangan staf, serta minimnya dukungan dari donatur untuk investasi dalam keamanan siber.
Dalam menanggapi temuan ini, Hamid mengusulkan beberapa langkah strategis, termasuk peningkatan kapasitas staf dalam mengelola teknologi digital, penguatan konektivitas internet, serta penyediaan dukungan perangkat keras dan perangkat lunak yang diperlukan. Langkah-langkah ini diharapkan tidak hanya memperkuat efisiensi kerja organisasi, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat.
Laporan DGI 2024, yang melibatkan 140 panel ahli dan berkolaborasi dengan Centre for Asian Philanthropy and Society (CAPS), menegaskan perlunya kerja sama lintas sektor untuk mengatasi tantangan ini secara bersama-sama. PIRAC dan organisasi terkait berkomitmen untuk terus memantau perkembangan dan memberikan rekomendasi kebijakan yang dibutuhkan untuk memperkuat keberlanjutan sektor sosial dalam era digital ini.






