Erick Thohir Tegas: Tak Ada Toleransi bagi Pelaku Match Fixing di Liga Sepak Bola Indonesia

Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir, secara tegas mengumumkan bahwa tidak akan ada ruang bagi praktik match fixing dalam kompetisi Liga Sepak Bola Indonesia. Pernyataan ini disampaikannya dalam acara Workshop Aturan Baru Liga 1 Musim 2024-2025 yang diadakan untuk mengimplementasikan perubahan signifikan dalam regulasi liga.

Erick Thohir menegaskan komitmen PSSI untuk memberlakukan sanksi tegas terhadap siapa pun yang terlibat dalam praktik yang merugikan integritas kompetisi ini. “Ada satu poin besar, saya tidak ada toleransi mengenai match fixing,” tegasnya dalam sesi pembukaan acara yang berlangsung di Jakarta.

Read More

Dalam upayanya untuk merombak dan meningkatkan kualitas sepak bola Indonesia, Erick menekankan bahwa perubahan tersebut memerlukan kolaborasi dari semua pihak terkait, termasuk klub, PT Liga Indonesia Baru (LIB), dan komite perwasitan. “Liga harus berubah, PSSI harus berubah, klub harus berubah,” ujarnya dengan lugas.

Erick juga mengajak masyarakat sepak bola untuk aktif melaporkan praktik-praktik yang mencurigakan kepada otoritas yang berwenang. “Kalau ada saya sikat dan kalau ada yang tahu mengenai main-main ini laporkan ke saya,” katanya dengan nada serius.

Dalam konteks peringkat kualitas liga, Erick Thohir menyampaikan ambisinya untuk membuat Liga 1 Indonesia menjadi salah satu yang terbaik di kawasan Asia Tenggara. Meski saat ini masih berada di peringkat 28 tingkat Asia dan keenam di ASEAN, Erick berkomitmen untuk terus mendorong transformasi dalam rangka memperbaiki prestasi dan reputasi sepak bola Indonesia di tingkat internasional.

Dengan langkah-langkah ini, Erick Thohir memastikan bahwa PSSI tidak hanya berfokus pada pengembangan teknis dan kompetitif, tetapi juga pada pemeliharaan integritas dan moralitas dalam olahraga sepak bola nasional.

Dengan demikian, komitmen Erick Thohir untuk menghapus match fixing dari lanskap sepak bola Indonesia tidak hanya menjadi janji, tetapi juga aksi nyata untuk mewujudkan visi sepak bola yang lebih bersih dan kompetitif di tanah air.

Related posts