Tim bulu tangkis Indonesia telah berangkat menuju Chambly, Prancis, pada Sabtu, untuk melakukan pemusatan latihan selama sekitar 10 hari sebagai persiapan menjelang Olimpiade Paris 2024. Dengan sembilan atlet yang berlaga, tim ini berkomitmen untuk mempertahankan tradisi medali emas yang telah terjaga sejak cabang bulu tangkis dipertandingkan pada Olimpiade 1992 di Barcelona.
Hanya sekali Indonesia absen meraih emas, yakni pada Olimpiade London 2012. Para atlet yang berangkat antara lain Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting (tunggal putra), Gregoria Mariska Tunjung (tunggal putri), serta beberapa pasangan ganda: Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (ganda putra), Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari (ganda campuran), dan Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti (ganda putri).
Juru Bicara Tim Ad Hoc Olimpiade 2024 Paris PBSI, Yuni Kartika, menyatakan, “Target pasti ingin ada tradisi emas. Kita berharap ada yang nyangkut dari lima sektor yang ada.”
Ketua tim Ad Hoc, Fadil Imran, juga mengajak masyarakat dan media untuk memberikan dukungan positif demi mencapai target tersebut. “Mari kita ciptakan suasana kondusif selama Olimpiade Paris 2024 dan sebarkan energi positif untuk kemajuan olahraga nasional,” ungkap Fadil.
Tim yang berangkat ke Prancis berjumlah total 58 orang, termasuk atlet, pelatih, dan tim pendukung seperti fisioterapis, dokter, dan psikolog. Empat pemain sparing—Alvi Wijaya, Bagas Maulana, Muhammad Shohibul Fikri, dan Daniel Marthin—akan membantu mempersiapkan atlet utama.
Cabang bulu tangkis di Olimpiade Paris akan digelar di Porte de la Chapelle Arena dari 27 Juli hingga 5 Agustus 2024. Dengan semangat dan persiapan matang, Indonesia berharap dapat terus menorehkan prestasi di pentas dunia.






