Sorotan Psikolog Terhadap Program “Mobil Curhat” Ridwan Kamil: Fokus pada Konsumsi Gula Anak

Rencana bakal calon Gubernur DKI Jakarta Ridwan Kamil untuk meluncurkan program inovatif “Mobil Curhat” di ibu kota telah menarik perhatian berbagai pihak, termasuk para psikolog. Salah satu topik yang mendapatkan perhatian khusus adalah pengaruh kebiasaan konsumsi gula terhadap anak-anak, yang disampaikan oleh dokter spesialis anak dan konsultan gizi dr Yoga Devaera, Sp.A(K).

Dalam acara “Ngobras (Ngobrol Sehat): Meluruskan Miskonsepsi Gula pada Nutrisi Anak” yang digelar di Plaza Sentral Jakarta, Selasa (2/9), dr Yoga mengungkapkan bahwa kebiasaan makan manis pada anak sering terbentuk sejak dini dan bisa berlanjut hingga dewasa jika tidak diatasi dengan benar. “Kesukaan terhadap rasa manis sering dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Jika anak terbiasa mengonsumsi makanan atau minuman manis, kebiasaan ini bisa bertahan lama,” ujarnya.

Read More

Dr Yoga menawarkan strategi untuk mengurangi konsumsi gula pada anak secara bertahap. Ia menjelaskan bahwa proses pengurangan ini perlu dilakukan perlahan untuk menghindari penolakan yang berlebihan dari anak. “Jika anak biasanya minum susu dengan dua sendok makan gula, kita bisa mulai menguranginya sedikit demi sedikit. Pengurangan harus dilakukan secara bertahap agar anak bisa beradaptasi dengan perubahan,” tambahnya.

Dokter Yoga juga menyoroti pentingnya pendekatan bertahap dalam perubahan kebiasaan. “Misalnya, jika anak terbiasa dengan susu berperasa seperti stroberi atau cokelat, kita sebaiknya tidak langsung menggantinya dengan susu putih. Mulailah dengan mengganti wadah susu terlebih dahulu, kemudian secara bertahap campur susu tanpa rasa,” jelasnya.

Dia menekankan bahwa perubahan ini memerlukan waktu yang cukup lama, bahkan bisa berbulan-bulan, namun sangat penting untuk membentuk kebiasaan makan yang lebih sehat di masa depan. “Meskipun proses ini bisa memakan waktu, itu adalah langkah penting untuk mengurangi ketergantungan anak pada gula.”

Untuk orang dewasa, dr Yoga menyarankan bahwa perubahan pola makan ke rendah gula dapat dilakukan lebih cepat jika disertai motivasi yang kuat. “Orang dewasa bisa lebih cepat beradaptasi dengan perubahan pola makan rendah gula, asalkan mereka memiliki niat dan motivasi yang kuat.”

Melalui pengurangan konsumsi gula secara bertahap, dr Yoga berharap dapat membantu mencegah anak-anak mengembangkan preferensi berlebihan terhadap makanan dan minuman tinggi gula di masa depan.

Sementara itu, Ridwan Kamil tetap melanjutkan rencana peluncuran “Mobil Curhat” yang bertujuan untuk mendekatkan diri dengan masyarakat dan memberikan dukungan emosional kepada warga DKI Jakarta. Diskusi mengenai konsumsi gula ini menunjukkan pentingnya perhatian terhadap kesehatan dan pola makan, terutama bagi generasi muda.

Related posts