Tim Nasional Indonesia semakin menunjukkan taringnya di kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia dengan performa gemilang dalam dua laga penting melawan tim-tim raksasa Asia. Dalam waktu lima hari, Garuda berhasil meraih hasil mengejutkan, memberikan angin segar bagi peluang mereka menghadapi Bahrain dan China dalam waktu dekat.
Pada Selasa malam lalu, Indonesia yang berperingkat 133 berhasil menahan imbang Australia yang berperingkat 24 di Stadion Gelora Bung Karno. Hasil ini sangat mengesankan, mengingat pada bulan Januari lalu Indonesia kalah telak 0-4 dari Socceroos dalam Piala Asia 2023.
Sebelumnya, Indonesia juga mengukir prestasi saat menghadapi Arab Saudi yang berperingkat 56. Pada 6 September 2024, Jay Idzes dan rekan-rekannya berhasil menahan Arab Saudi hanya meraih satu poin di kandang sendiri, King Abdullah Sports City. Kedua hasil imbang ini menjadi penanda kemajuan signifikan bagi Garuda dibandingkan performa mereka delapan bulan lalu.
Dalam pertandingan melawan Australia, pelatih Graham Arnold melakukan perubahan besar pada komposisi timnya setelah kekalahan dari Bahrain. Arnold memasang sebelas pemain pertama yang berbeda, termasuk Craig Goodwin yang terus mengancam pertahanan Indonesia. Namun, Garuda menunjukkan pertahanan kokoh, berkat penampilan cemerlang kiper Maarten Paes yang berhasil menghalau 19 peluang Australia, termasuk lima peluang emas.
Shin Tae-Yong, pelatih Indonesia, juga membuat perubahan taktis yang signifikan. Dari formasi 3-4-3 saat melawan Australia di Piala Asia, Shin kini menerapkan formasi 5-4-1 dengan Rafael Struick sebagai ujung tombak tunggal. Ini memberikan efek positif, di mana Garuda terlihat lebih solid dan sulit ditembus.
Selain itu, debutan seperti Maarten Paes, Calvin Verdonk, Jay Idzes, Ragnar Oratmangoen, dan Rizki Ridho menunjukkan performa yang patut diacungi jempol. Paes khususnya, menunjukkan kualitasnya dengan beberapa penyelamatan krusial yang menjaga gawang Indonesia tetap bersih.
Dengan satu poin tambahan dari hasil imbang melawan Australia, Garuda kini mempersiapkan diri untuk menghadapi Bahrain dan China bulan depan. Meskipun Bahrain (peringkat 80) dan China (peringkat 87) memiliki posisi lebih baik di ranking FIFA, hasil yang didapat dari melawan Arab Saudi dan Australia menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk meraih hasil positif dalam laga tandang.
Bahrain dan China, yang saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan, menjadi lawan yang bisa dihadapi Garuda dengan optimisme tinggi. Bahrain, meskipun memetik tiga poin melawan Australia, mengalami kekalahan telak 0-5 dari Jepang, sementara China menderita kekalahan 0-7 dari Jepang dan kalah 1-2 dari Arab Saudi.
Dengan skuad yang semakin solid dan performa yang terus meningkat, Garuda memiliki peluang besar untuk meraih kemenangan di dua laga tandang tersebut. Shin Tae-Yong menargetkan finis empat besar di Grup C, yang akan membuka jalan untuk mencapai babak keempat dan bersaing merebut dua tiket otomatis ke Piala Dunia 2026.
Optimisme semakin menguat seiring dengan kemajuan pesat Garuda. Dengan dukungan penuh dari para pendukung dan kesiapan tim yang semakin matang, Indonesia berpeluang besar untuk membuat kejutan lebih lanjut di kualifikasi Piala Dunia 2026.






