Segera Periksa Anak Jika Terlambat Perkembangan Motorik

Dokter anak konsultan neurologi, dr. Amanda Soebadi, Sp.A(K), M.Med (ClinNeurophysiol), menekankan pentingnya pemeriksaan segera jika anak terdeteksi mengalami keterlambatan dalam perkembangan motorik. Dalam sebuah diskusi daring, Amanda menjelaskan, “Semakin dini intervensi, semakin baik hasilnya.”

Orang tua diharapkan memahami tahapan perkembangan motorik anak untuk mengukur kesehatan mereka dan mendeteksi adanya ketidaksesuaian. Jika menemukan tanda-tanda keterlambatan, Amanda mendorong orang tua untuk tidak menunggu hingga usia berikutnya dan segera berkonsultasi dengan dokter.

Read More

“Pemeriksaan dokter adalah langkah awal yang krusial. Dokter akan mengevaluasi penyebab keterlambatan perkembangan motorik,” ujar Amanda. Setelah pemeriksaan, dokter dapat merekomendasikan terapi atau merujuk ke spesialis lain jika ada kondisi medis yang mendasarinya.

Amanda juga membagikan beberapa “red flag” yang perlu diwaspadai oleh orang tua. Tanda pertama yang perlu diperhatikan adalah refleks menghisap bayi yang kurang baik saat berusia kurang dari 1 bulan. Selain itu, pada usia 4 bulan, bayi yang belum bisa mengangkat kepala atau masih mengepal tangan perlu diwaspadai. Di usia 9 bulan, kemampuan duduk tanpa bantuan juga harus diperhatikan, dan jika anak berusia 16-18 bulan belum bisa berjalan sendiri, itu menjadi perhatian serius.

Selanjutnya, orang tua perlu mengamati penggunaan tangan anak. Jika anak berusia kurang dari 18 bulan menunjukkan dominasi pada satu tangan, disarankan untuk memeriksakan apakah ada masalah pada tangan yang jarang digunakan.

“Kecenderungan tangan kanan atau kiri biasanya muncul setelah 18 bulan. Orang tua wajib mengetahui tahapan perkembangan motorik, bicara, dan aspek perkembangan lainnya,” tutup Amanda.

Penting bagi orang tua untuk selalu memantau dan memahami perkembangan anak demi kesehatan dan masa depan yang lebih baik.

Related posts