Dunia dalam Bayang-Bayang Plousi, Ketimpangan Emisi Per Kapita dan Total Antar Negara

Unsplash.com

Perubahan iklim kini semakin nyata dan mendesak untuk ditangani, namun upaya global masih dihadapkan pada tantangan perbedaan besar dalam produksi emisi. Negara-negara seperti Rusia dan Amerika Serikat menjadi sorotan karena memiliki tingkat emisi per kapita yang sangat tinggi dibandingkan negara-negara lain. Menurut Laporan Emisi UNEP 2024, perbedaan ini menunjukkan adanya kesenjangan tanggung jawab atas polusi global, di mana sebagian negara lebih banyak menyumbang emisi dibanding negara lainnya.

Tingginya Emisi Per Kapita di Rusia dan Amerika Serikat

Read More

Rusia dan Amerika Serikat tercatat sebagai negara dengan emisi per kapita tertinggi di dunia. Pada tahun 2023, Rusia menghasilkan 19 ton karbon dioksida ekuivalen (tCO2e) per orang, diikuti oleh Amerika Serikat dengan 18 tCO2e per kapita. Angka ini jauh melampaui negara-negara besar lainnya seperti Tiongkok, yang emisinya hanya mencapai 11 tCO2e per orang. Tingginya emisi per kapita ini menunjukkan bahwa tingkat konsumsi energi dan pola produksi di kedua negara ini berkontribusi secara signifikan terhadap krisis iklim yang sedang berlangsung.

Sebagai perbandingan, negara-negara yang lebih padat penduduk dengan infrastruktur energi yang berbeda, seperti Tiongkok dan India, menghasilkan emisi per kapita yang lebih rendah. Meskipun begitu, mereka masih menjadi penyumbang besar dalam total emisi global karena ukuran populasi yang besar dan pertumbuhan industri yang pesat. Hal ini menunjukkan bagaimana pola konsumsi di negara-negara besar perlu ditinjau ulang agar dapat mengurangi emisi karbon secara efektif.

Negara Penghasil Emisi Total Terbesar: Tiongkok, Amerika Serikat, dan India

Meskipun emisi per kapita Tiongkok lebih rendah dibandingkan Rusia dan Amerika Serikat, Tiongkok menjadi negara penghasil emisi total terbesar di dunia pada tahun 2023, mencapai 16.000 MtCO2e atau setara dengan 30% dari emisi global. Angka ini meningkat sebesar 5,2% dari tahun sebelumnya, mencerminkan pertumbuhan industri yang pesat dan kebutuhan energi yang semakin besar. Di posisi kedua, Amerika Serikat mencatatkan emisi total sebesar 5.970 MtCO2e atau 11% dari total global, sementara India berada di posisi ketiga dengan emisi sebesar 4.410 MtCO2e, yang juga mengalami peningkatan 6,1% dari tahun 2022.

Ketiga negara ini menunjukkan pola bahwa emisi global saat ini sangat didominasi oleh beberapa negara besar dengan populasi besar dan ekonomi maju. Ini menunjukkan tantangan bagi upaya pengurangan emisi, di mana solusi harus menyasar baik negara-negara dengan emisi per kapita tinggi maupun negara-negara dengan emisi total besar untuk menghasilkan dampak yang signifikan dalam mengatasi krisis iklim.

Dok. Statista

Ketimpangan Global dalam Emisi dan Implikasi bagi Kebijakan Iklim

Ketimpangan dalam produksi emisi ini juga terlihat jelas pada tingkat G20. Menurut UNEP, emisi G20 meningkat sebesar 1,8% antara 2022 dan 2023, menyumbang sekitar 77% dari total emisi global. Jika 55 negara anggota Uni Afrika ditambahkan ke dalam G20, yang akan membuat jumlah negara menjadi 99, emisi total hanya akan meningkat sekitar lima persen. Hal ini menyoroti betapa besarnya disparitas emisi global, di mana negara-negara terkaya dan paling berkembang menyumbang porsi emisi yang jauh lebih besar dibandingkan negara-negara berkembang.

Negara-negara yang tergabung dalam kelompok negara paling tidak berkembang (Least Developed Countries) hanya menyumbang sekitar tiga persen dari total emisi global, meskipun terdiri dari 47 negara. Disparitas ini menuntut adanya kebijakan iklim global yang lebih adil, di mana negara-negara dengan emisi tinggi harus mengambil tanggung jawab lebih besar dalam mengurangi jejak karbon mereka serta mendukung negara-negara dengan emisi rendah untuk beradaptasi terhadap dampak perubahan iklim.

Emisi karbon yang dihasilkan berbagai negara menunjukkan bahwa perubahan iklim adalah masalah global dengan tantangan yang kompleks. Negara-negara dengan tingkat emisi per kapita dan total tinggi, seperti Rusia, Amerika Serikat, dan Tiongkok, memiliki tanggung jawab besar dalam mengurangi jejak karbon mereka. Dengan pendekatan yang lebih adil dan dukungan kebijakan yang tepat, diharapkan ketimpangan emisi ini dapat diatasi, sehingga upaya melawan perubahan iklim menjadi lebih efektif dan berkesinambungan.

Related posts