Dewa United Banten FC berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 atas PSIM Jogja dalam lanjutan BRI Super League 2025/26 pekan ke-26 yang berlangsung di Stadion Internasional Banten, Serang, Jumat (03/04/2026) malam. Kemenangan ini memastikan Banten Warriors mengamankan tiga poin penting di hadapan pendukungnya sendiri, meski jalannya pertandingan tidak sepenuhnya berjalan sesuai ekspektasi.
Sejak peluit awal dibunyikan, pertandingan berlangsung sengit. Tim tamu lebih dahulu mengambil inisiatif serangan dengan memanfaatkan beberapa kesalahan di lini pertahanan Dewa United. Beruntung, ketangguhan penjaga gawang Dewa, Sonny Stevens mampu menjaga gawang tetap aman dari kebobolan.
Memasuki pertengahan babak pertama, Dewa United mulai menemukan ritme permainan dan mencoba membalikkan keadaan. Sejumlah peluang berhasil diciptakan, namun belum mampu dikonversi menjadi gol. Hingga turun minum, skor kacamata 0-0 tetap bertahan.
Pada babak kedua, Dewa United tampil lebih agresif dan berusaha mengambil alih kendali permainan. Gol yang dinanti akhirnya hadir pada menit ke-62. Berawal dari situasi sepak pojok, Ivar Jenner dilanggar di dalam kotak penalti. Setelah melalui tinjauan VAR, wasit menunjuk titik putih. Alex Martins yang maju sebagai algojo sukses menjalankan tugasnya dengan baik dan membawa Dewa United unggul 1-0.
Setelah keunggulan tersebut, Dewa United melakukan penyesuaian strategi dengan memperkuat lini pertahanan. Hujan deras yang mengguyur lapangan justru menambah intensitas pertandingan. PSIM Jogja terus menekan, namun solidnya lini belakang Banten Warriors mampu meredam setiap ancaman hingga peluit panjang dibunyikan.
Usai pertandingan, Pelatih Kepala Dewa United, Jan Olde Riekerink, memberikan pandangannya dalam sesi konferensi pers. Ia membuka dengan menyoroti performa tim pada laga sebelumnya.
“Pada pertandingan terakhir melawan Persija, kami tampil dengan baik dan menunjukkan stabilitas permainan. Menghadapi lawan yang kuat, kami mampu bermain solid sepanjang laga,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan kondisi tim yang tidak mengalami banyak perubahan, kecuali beberapa pemain yang absen.
“Dalam hal komposisi tim, kami tidak mengubah apa pun. Kami tidak mengubah apa pun dibandingkan dengan pertandingan tersebut. Kami hanya harus melakukan pergantian terhadap empat pemain yaitu Edo, Ricky, Noah, dan Damion, yang saat ini masih berada di Jamaika bersama tim nasional,” tuturnya.
“Saya pikir saat menghadapi lawan seperti hari ini, ada hal yang saya rasakan kurang. Saya akan mengatakan bahwa Anda menyukai permainan ini. Bagi saya, hati sepak bola saya mungkin tidak sama dengan sebagian besar penonton di Indonesia karena saya selalu mendengar ‘Tiga Poin, mengapa Anda tidak menang? Ini tentang menang, ini tentang itu.’ Namun, jika saya melihat penampilan kami hari ini, hati sepak bola saya sedikit menangis karena saya tahu seberapa baik kami bisa bermain,” tambahnya.
Ia tetap mengapresiasi kerja keras para pemain, meskipun menilai tim belum menampilkan performa terbaiknya.
“Saya juga senang untuk para pemain karena mereka telah memberikan yang terbaik, tetapi saya pikir kami tidak mampu menampilkan apa yang biasanya bisa kami lakukan. Dan tentu saja, ini tentang tiga poin, tetapi saya pikir kami juga harus menghibur dan kami juga harus memiliki standar dalam bermain bersama serta menciptakan peluang. Dan saya pikir hal itu tidak baik hari ini,” jelasnya.
Pelatih berlisensi UEFA Pro ini juga menegaskan bahwa hasil positif seharusnya sejalan dengan kualitas permainan yang baik.
“Jadi mungkin semua orang akan mengatakan ‘Tiga Poin, Tiga Poin.’ Dan saya mengatakan, baik, hasil berupa tiga poin seharusnya selalu disertai dengan permainan sepak bola yang baik. Dan saya pikir bagian yang paling membahagiakan adalah kami mendapatkan tiga poin. Saya pikir bagian yang kurang baik hari ini adalah kami tidak mendominasi permainan dalam sebagian besar waktu, dan kami memiliki masalah besar dalam mengontrol lini tengah mereka,” terangnya.
Pelatih bernama lengkap Johannes Hendrikus Olde Riekerink ini juga menyoroti kesulitan tim dalam mengantisipasi pemain lawan.
“Kami mengalami kesulitan dalam mengendalikan Vidal. Namun, itu adalah hal yang memang bisa terjadi dalam sepak bola. Ada seorang pemain yang pernah bermain di klub yang sangat besar, ia mengatakan, dahulu kami selalu menang dengan cara seperti ini. Itu adalah salah satu cara untuk memenangkan pertandingan, tetapi itu bukan cara saya untuk memenangkan pertandingan,” urainya.
Lebih jauh, pelatih asal Belanda tersebut menegaskan pentingnya evaluasi bagi tim ke depan.
“Jadi kami harus melakukan evaluasi. Kami masih memiliki delapan pertandingan tersisa, tetapi bagi saya, di klub mana pun saya bekerja, saya juga ingin memainkan jenis sepak bola yang berbeda dari yang kami tampilkan hari ini,” terangnya.
Ia juga menekankan bahwa suasana tim tetap positif dan solid.
“Saya senang untuk para pemain, senang dengan cara kami mempersiapkan diri, senang dengan semangat tim, senang karena kami memiliki kelompok yang sangat baik. Mungkin saya terlihat seperti Donald Trump ketika mengatakan kami memiliki kelompok terbaik, kami yang terbaik. Namun, itu benar adanya,” ujarnya.
“Hanya saja, penampilan hari ini, menurut saya, belum cukup baik sesuai dengan standar saya, sejujurnya. Dan saya senang kami menang, tetapi terkadang oke ketika kami menutup pertandingan, kami sudah mengantongi tiga poin dan kami melangkah pergi,” sambungnya.
Menutup pernyataannya, Coach Jan mengingatkan bahwa tim telah membangun fondasi permainan dalam beberapa tahun terakhir dan akan terus berupaya menjaga identitas tersebut.
“Kami juga telah bekerja selama tiga setengah tahun dalam membangun sistem dan cara bermain. Dan dalam banyak kesempatan, khususnya dalam pertandingan-pertandingan setiap musim, kami bermain dengan sangat baik. Hari ini tidak, tetapi kami mendapatkan tiga poin, dan Anda merasa senang,” tegasnya
“Saya juga senang bahwa Anda merasa senang. Jadi itu hal yang baik. Baiklah, masih ada delapan pertandingan tersisa, dan kami akan fokus untuk meraih posisi setinggi mungkin di liga,” tutupnya.






