Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika, Nezar Patria, menegaskan urgensi pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mahir dalam menguasai teknologi terkini. Dalam sebuah forum di Jakarta hari ini, Nezar menggarisbawahi pentingnya penguasaan teknologi seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), Internet of Things (IoT), dan komputasi awan dalam menghadapi era transformasi digital yang sedang berlangsung.
“Dunia saat ini sedang mengalami persaingan sengit dalam pemanfaatan teknologi terbaru. Keahlian dalam AI, machine learning, komputasi awan, dan IoT menjadi pusat dari kompetisi global di berbagai sektor,” ungkap Nezar.
Nezar juga menyoroti dampak signifikan transformasi digital terhadap sektor-sektor industri, termasuk telekomunikasi, teknologi, dan jasa keuangan, serta adopsi teknologi digital yang semakin meningkat di sektor kesehatan, asuransi, energi, dan sektor publik.
Menurutnya, perkembangan ini mendorong perlunya talenta digital yang mampu mengambil peran kunci dalam mengoptimalkan teknologi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Namun, tantangan terbesar yang dihadapi adalah kesenjangan antara permintaan akan talenta digital dengan ketersediaan yang ada.
“Saat ini, sekitar 90 persen perusahaan di Indonesia merasa kekurangan talenta digital. Ini menjadi tantangan besar karena kebutuhan akan talenta digital diprediksi akan semakin meningkat, terutama dengan adanya perkiraan 27 hingga 46 juta pekerjaan baru yang akan muncul akibat otomatisasi pada tahun 2030,” paparnya.
Nezar menambahkan bahwa pemerintah telah mengambil langkah strategis dengan meluncurkan berbagai program untuk mengembangkan talenta digital, mulai dari literasi digital dasar hingga pelatihan keterampilan digital lanjutan melalui Digital Leadership Academy. Program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas SDM, tetapi juga untuk mempersiapkan Indonesia menghadapi tantangan keamanan siber yang semakin kompleks.
“Dengan berbagai inisiatif ini, Kementerian Kominfo berharap dapat memberikan kontribusi signifikan dalam membangun ekosistem digital yang tangguh dan berdaya saing global,” tutup Nezar.
Inisiatif ini juga didukung dengan alokasi dana yang signifikan dari pemerintah untuk memastikan kelangsungan dan keberhasilan program-program pengembangan talenta digital di Indonesia.






