Maido dari Peru Jadi Restoran Terbaik Dunia 2025, Ini Sorotan Penuh Daftar The World’s 50 Best Restaurants

Tripadvisor.com

Ajang tahunan The World’s 50 Best Restaurants kembali mencuri perhatian dunia kuliner. Dalam edisi tahun ini, daftar yang dirilis oleh William Reed Business Media itu menobatkan Maido dari Lima, Peru, sebagai restoran terbaik dunia. Menggabungkan teknik memasak Jepang dengan bahan-bahan khas Peru, Maido menampilkan sajian khas Nikkei yang mengeksplorasi kekayaan alam dan tradisi kuliner Amazon. Pencapaian ini sekaligus menandai keunggulan Amerika Latin dalam peta kuliner dunia.

Di posisi kedua dan ketiga, terdapat Asador Etxebarri dari Spanyol dan Quintonil dari Meksiko. Secara keseluruhan, empat dari sepuluh restoran teratas tahun ini berasal dari Amerika Latin, termasuk Kjolle di Lima dan Don Julio dari Buenos Aires. Sementara itu, Eropa tetap mendominasi dengan empat perwakilan, termasuk dua dari Spanyol, serta masing-masing satu dari Prancis dan Denmark. Asia turut unjuk gigi lewat Gaggan di Bangkok yang masuk peringkat keenam.

Read More

Prestasi Global dari Lima hingga Manhattan

Selain Maido, kawasan Amerika Latin tampil kuat di daftar tahun ini. Quintonil yang berada di pusat Kota Meksiko mengukuhkan posisinya sebagai pelopor gastronomi lokal yang berkelas dunia. Kjolle dan Don Julio juga turut mengangkat warisan kuliner tradisional dengan sentuhan modern, menjadikan Lima sebagai pusat inovasi rasa di Amerika Selatan.

Dari sisi Asia, restoran Gaggan di Bangkok kembali membuktikan diri sebagai favorit global lewat sajian khas India kontemporer yang provokatif dan teatrikal. Di Amerika Serikat, Atomix di Koreatown Manhattan mencuri perhatian dengan sajian Korea modern yang cermat dan artistik, menempati peringkat ke-12. Sementara restoran-restoran ikonik lainnya dari AS seperti Single Thread, Le Bernardin, César, dan Atelier Crenn juga tetap bertahan di daftar 100 besar.

Dok. Statista

Kritik dan Reformasi dalam Sistem Penilaian

Meski prestisius, daftar The World’s 50 Best Restaurants tidak lepas dari kritik. Banyak pihak menilai sistem ini terlalu elitis dan cenderung memusatkan perhatian pada restoran-restoran Eropa serta kota-kota besar dunia. Sebuah laporan dari Eater bahkan menyoroti bahwa sebagian besar pemenang sebelumnya berasal dari Eropa atau menyajikan menu gaya Eropa, dan hampir semuanya dipimpin oleh chef laki-laki.

Sebagai respons atas kritik tersebut, sejak 2019 pihak penyelenggara mulai melakukan reformasi. Mereka menjanjikan keseimbangan gender 50/50 dalam voting academy dan menetapkan aturan bahwa restoran yang sudah pernah menempati posisi pertama tidak bisa masuk nominasi lagi. Langkah ini diharapkan mampu memberikan panggung yang lebih inklusif dan merata untuk restoran dari berbagai belahan dunia dan latar belakang yang lebih beragam.

Dengan kemenangan Maido, daftar The World’s 50 Best Restaurants tahun ini menunjukkan adanya pergeseran dalam lanskap kuliner global, di mana kreativitas dan identitas lokal mulai mendapat pengakuan lebih luas. Meski tantangan soal inklusivitas masih membayangi, ajang ini tetap menjadi tolok ukur penting yang mencerminkan evolusi dunia gastronomi. Restoran mana yang akan mengejutkan dunia tahun depan? Kita tunggu bersama.

Related posts