Agama-agama besar di dunia terus berkembang dan mengalami perubahan, terutama terkait dengan jumlah pemeluknya. Beberapa faktor seperti angka kelahiran, migrasi, dan tren konversi berperan penting dalam membentuk lanskap agama global. Salah satu temuan menarik yang baru-baru ini dirilis oleh Pew Research Center adalah pertumbuhan pesat jumlah umat Muslim di seluruh dunia.
Dalam studi mereka yang dipublikasikan pada 9 Juni 2025, Pew Research Center mengungkapkan bahwa Islam mengalami pertumbuhan populasi yang lebih cepat dibandingkan dengan agama-agama besar lainnya dalam periode 2010-2020. Populasi Muslim global meningkat sekitar 347 juta orang selama dekade tersebut, yang menjadikannya agama dengan laju pertumbuhan tercepat.
Nah, apa sih yang menyebabkan pertumbuhan Islam begitu pesat? Yuk, kita simak penjelasan lebih lanjut berdasarkan temuan dari studi Pew Research Center ini.
Faktor Demografi yang Menjadi Kunci
Studi ini menunjukkan bahwa umat Muslim memiliki rata-rata jumlah anak yang lebih banyak dibandingkan pemeluk agama lainnya. Wanita Muslim, pada periode 2015-2020, memiliki rata-rata 2,9 anak sepanjang hidupnya, sementara wanita non-Muslim hanya memiliki 2,2 anak. Selain itu, usia rata-rata umat Muslim juga lebih muda, yakni sekitar 24 tahun pada 2020, dibandingkan dengan usia rata-rata non-Muslim yang lebih tua. Faktor-faktor inilah yang menyebabkan populasi Muslim terus berkembang dengan pesat.
Pertumbuhan Islam di Wilayah dengan Angka Kelahiran Tinggi
Sebagian besar umat Islam tinggal di wilayah dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi, seperti Afrika Sub-Sahara dan Timur Tengah-Afrika Utara. Wilayah-wilayah ini memiliki angka kelahiran yang tinggi dan populasi yang lebih muda, yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan jumlah Muslim. Sekitar empat dari 10 Muslim dunia tinggal di kawasan ini, yang diperkirakan akan terus mengalami lonjakan jumlah penduduk Muslim dalam dekade-dekade mendatang.
Migrasi Membantu Penyebaran Islam di Wilayah Lain
Meskipun migrasi tidak mengubah populasi agama secara global, pergerakan penduduk juga turut berperan dalam peningkatan jumlah Muslim, terutama di Eropa dan Amerika Utara. Migrasi umat Muslim ke kawasan-kawasan ini telah menyebabkan peningkatan populasi Muslim di Eropa sebesar 6% dan di Amerika Utara sebesar 1,6%. Meski demikian, peningkatan ini jauh lebih kecil dibandingkan dengan wilayah asal yang memiliki angka kelahiran lebih tinggi. Asia Pasifik juga menjadi wilayah dengan pertumbuhan populasi Muslim yang signifikan. Di kawasan ini, jumlah umat Muslim meningkat 16,2% antara tahun 2010-2020, yang menunjukkan betapa cepatnya agama Islam berkembang di wilayah dengan jumlah penduduk terbesar di dunia. Negara-negara seperti Indonesia, Pakistan, dan India menjadi rumah bagi sebagian besar umat Muslim dunia, dengan Indonesia menjadi negara dengan jumlah Muslim terbanyak.
Tantangan Agama Lain dan Kenaikan Jumlah yang Tidak Beragama
Meskipun Islam mengalami pertumbuhan pesat, agama-agama lain seperti Kristen dan Buddha justru mengalami penurunan jumlah pemeluk. Banyak orang yang meninggalkan agama mereka atau berpindah agama, dan hal ini membuat persentase pemeluk Kristen di dunia menurun. Selain itu, jumlah orang yang tidak berafiliasi dengan agama apapun juga meningkat, mencatatkan angka 1,9 miliar orang atau 24,2% dari populasi dunia.






