Aurora Gaming PH Sapu Alter Ego, Raih Gelar Juara M7 World Championship

Dominasi Filipina di skena Mobile Legends: Bang Bang kembali berlanjut. Aurora Gaming PH resmi keluar sebagai juara M7 World Championship setelah menyapu bersih wakil Indonesia, Alter Ego Esports, dengan skor telak 4-0 pada partai grand final best-of-seven yang digelar di Tennis Indoor Stadium Senayan, Jakarta, Minggu (25 Januari).

Kemenangan tersebut mengantarkan Aurora PH membawa pulang hadiah utama sebesar US$320.000 dari total prize pool US$1 juta. Lebih dari itu, hasil ini juga menegaskan supremasi Filipina di panggung dunia MLBB, dengan torehan enam gelar juara dunia secara beruntun sejak M2 World Championship tahun 2021.

Meski dalam beberapa tahun terakhir Indonesia dan Malaysia terus melahirkan penantang kuat, Filipina tetap menjadi negara paling dominan di MLBB. Setiap edisi M World Championship selalu berakhir dengan tim Filipina berdiri di puncak.

Edward Raih Gelar Dunia Kedua, Aurora PH Tambah Sejarah

Bintang EXP Laner Aurora PH, Edward Jay “Edward” Dapadap, mencatatkan sejarah pribadi dengan meraih gelar juara dunia keduanya. Sebelumnya, Edward pernah mengangkat trofi M World Championship bersama Blacklist International di M3.

Sementara itu, empat rekan setimnya—Jonard Cedrix “DemonKite” Caranto (Jungler), Jan Dominic “Domengkite” Delmundo (Gold Laner), Kenneth Carl “Yue” Tadeo (Mid Laner), dan Dylan Aaron “Light” Catipon (Roamer)—berhasil meraih gelar juara dunia pertama mereka. Dengan hasil ini, total pemain Filipina yang pernah menjuarai M World Championship kini mencapai 27 orang.

Di sisi lain, Alter Ego harus puas finis di posisi kedua dan membawa pulang hadiah hiburan sebesar US$150.000. Kekalahan ini juga menandai tahun ketiga berturut-turut tim Indonesia harus mengakui keunggulan wakil Filipina di partai grand final M World Championship.

Perjalanan Aurora PH dan Alter Ego Menuju Grand Final M7

Aurora PH melangkah ke M7 sebagai wakil kedua Filipina, setelah finis di bawah Team Liquid PH (TLPH) pada MPL Filipina Season 16. Alter Ego pun datang ke turnamen dengan status serupa, sebagai runner-up MPL Indonesia Season 16 di belakang ONIC Esports.

Alter Ego tampil mengejutkan di Swiss Stage, menjadi salah satu dari dua tim yang lolos tanpa kekalahan bersama Selangor Red Giants (SRG) dari Malaysia. Mereka menumbangkan Aurora Turkiye, Black Sentence Esports (Chile), dan Yangon Galacticos (Myanmar) untuk mengamankan tiket ke Knockout Stage dengan rekor sempurna.

Sementara itu, Aurora PH melaju ke fase gugur dengan catatan 3-1. Setelah kalah dari rival regional TLPH di laga pembuka, mereka bangkit dengan tiga kemenangan beruntun atas CFU Gaming (Kamboja), Team Zone (Mongolia), dan Team Spirit (Rusia).

Dominasi Aurora PH di Fase Gugur

Di babak pertama Knockout Stage, Aurora PH sukses membalas kekalahan mereka dari TLPH lewat duel sengit tiga gim. Alter Ego sendiri mencuri perhatian usai menyingkirkan ONIC Esports dengan skor 2-0.

Pertemuan pertama Aurora PH dan Alter Ego terjadi di semifinal upper bracket best-of-five, di mana tim Filipina menang meyakinkan 3-1. Aurora PH kemudian mengamankan tiket grand final setelah menumbangkan SRG lewat laga dramatis lima gim, bangkit dari ketertinggalan 1-2.

Alter Ego tak menyerah begitu saja. Mereka mengamuk di lower bracket dengan menyingkirkan Team Spirit, TLPH, dan SRG untuk memaksa rematch melawan Aurora PH di partai puncak.

Grand Final Satu Arah, Aurora PH Tak Terbendung

Grand final M7 dibuka dengan kemenangan ketat Aurora PH dalam gim pertama berdurasi 15 menit. Mereka kemudian memperlebar keunggulan menjadi 2-0 setelah memenangkan gim terpanjang di seri ini selama 16 menit.

Alter Ego sempat mencoba bangkit di gim ketiga, namun ketangguhan Aurora PH kembali berbicara. Gim tersebut ditutup dalam waktu kurang dari 11 menit, membuat skor menjadi 3-0. Upaya terakhir Alter Ego di gim keempat pun tak membuahkan hasil, karena Aurora PH kembali mendominasi dan menutup pertandingan lewat kemenangan cepat 11 menit.

Dengan hasil ini, Aurora Gaming PH resmi menjadi juara M7 World Championship, sekaligus kembali menegaskan bahwa takhta MLBB dunia masih sepenuhnya berada di tangan Filipina.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *