BPBD : Kerugian Banjir di DKI Jakarta Capai Rp2,1 Triliun per Tahun

Banjir di DKI Jakarta tak hanya mengganggu kehidupan sehari-hari warga, namun juga berdampak serius pada perekonomian ibu kota. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa kerugian ekonomi akibat banjir di wilayah tersebut mencapai angka yang mencengangkan, yakni Rp2,1 triliun per tahun.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, dalam sebuah konferensi di Jakarta pada Kamis kemarin, menyampaikan bahwa mitigasi adalah kunci untuk menekan angka kerugian tersebut. “Salah satu tantangan utama Jakarta adalah banjir. Oleh karena itu, langkah mitigasi seperti normalisasi sungai menjadi sangat penting,” ujarnya.

Isnawa menjelaskan bahwa kerugian ekonomi sebesar Rp2,1 triliun tersebut dihitung berdasarkan gangguan pada aktivitas perekonomian masyarakat akibat banjir. “Banyak kegiatan ekonomi yang terganggu, dan itulah yang menyebabkan kerugian yang signifikan,” tambahnya.

Demi mengurangi kerugian yang mencapai triliunan rupiah tersebut, pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah melakukan berbagai upaya mitigasi. Salah satunya adalah memetakan titik rawan serta melakukan pelebaran sungai untuk mengurangi risiko banjir.

Saat ini, DKI Jakarta menjadi tuan rumah “Crisis Management Conference (CMC) 2024”, sebuah forum internasional yang mempertemukan delegasi dari 14 kota di seluruh dunia. Konferensi ini bertujuan untuk saling bertukar pengalaman dalam menghadapi bencana alam.

Isnawa menjelaskan, “Ini merupakan pembelajaran bagi kita dari kota-kota seperti Tokyo, Bangkok, dan Kuala Lumpur dalam mengatasi bencana. Kita dapat belajar dari kesamaan permasalahan maupun perbedaan yang ada.”

CMC 2024 dihadiri oleh delegasi sejumlah kota dari berbagai negara seperti Bangkok (Thailand), Tokyo (Jepang), Seoul (Korea), dan kota-kota lainnya yang menjadi anggota. Kegiatan ini menjadi wadah bagi kota-kota dunia untuk membahas isu-isu terkait penanganan bencana, di bawah naungan “Network for Crisis Management” (NCM). DKI Jakarta telah menjadi anggota NCM sejak tahun 2001.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *