Kulon Progo Kembangkan Desa Wisata, Tarik Perhatian Wisatawan dengan Beragam Aktivitas

Kabupaten Kulon Progo di Daerah Istimewa Yogyakarta semakin menarik perhatian sebagai destinasi wisata unggulan berkat pengembangan konsep desa wisata yang beragam. Melalui serangkaian aktivitas yang memperkaya pengalaman wisatawan, Kabupaten ini berhasil menarik minat baik dari dalam negeri maupun mancanegara.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo, Joko Mursito, pembangunan pariwisata di daerah ini difokuskan pada pemberdayaan masyarakat setempat. Setiap desa wisata dikembangkan dengan standar premium, menghadirkan homestay dan berbagai kegiatan interaktif yang memungkinkan pengunjung untuk berbaur langsung dengan kehidupan lokal.

“Kulon Progo telah berkomitmen untuk mengembangkan pariwisata berbasis pemberdayaan masyarakat. Keberhasilan ini dibuktikan dengan pencapaian penghargaan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) selama 4 tahun berturut-turut, menjadi satu-satunya di Indonesia,” ujar Joko kepada media di Bendung Kamijoro, Kulon Progo.

Salah satu faktor peningkatan ini adalah pembangunan Yogyakarta International Airport yang menghadirkan fasilitas seperti rumah sakit internasional dan kerjasama dengan pengembang hotel untuk mengembangkan properti di daerah tersebut. Hal ini meningkatkan standar pelayanan homestay yang dikelola warga setempat agar sesuai dengan standar internasional.

“Pelatihan intensif telah dilakukan sejak tahun 2021 dengan program Lomba Gelar Potensi Desa Wisata Menebar Pesona. Homestay menjadi fokus utama, dengan penilaian langsung dari juri terhadap pelayanan selama 24 jam kepada pengunjung,” tambah Joko.

Paket wisata yang ditawarkan mencakup berbagai kegiatan eksplorasi kekhasan setiap desa, seperti wisata alam, adventure, wellness tourism, dan budaya. Saat ini, terdapat 26 desa wisata yang masing-masing menetapkan tema khusus untuk memperluas daya tariknya.

Misalnya, di Jatimulyo, wisatawan dapat menikmati kegiatan konservasi burung yang menarik wisatawan asing, sedangkan di Tinalah terdapat Rumah Sandi untuk wisata edukasi. Sementara itu, Ngargosari dan Widosari menawarkan keindahan alam dengan pemandangan gunung api purba, dan Argo Tirto menawarkan aktivitas outbound.

“Kami berkomitmen untuk mengembangkan pariwisata berkelanjutan dengan memperhatikan isu lingkungan seperti pengelolaan sampah dan kesadaran akan kebersihan lingkungan,” tutup Joko.

Dengan terus mengembangkan infrastruktur pariwisata dan meningkatkan kualitas layanan, Kulon Progo siap menjadi destinasi unggulan yang tidak hanya memikat wisatawan untuk menikmati keindahan alamnya, tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal secara ekonomi dan sosial.

Related posts