Penggunaan kontrasepsi telah meningkat pesat di seluruh dunia dalam beberapa dekade terakhir. Menurut sebuah studi dari The Lancet, sekitar separuh wanita usia reproduksi dan pasangan mereka menggunakan metode kontrasepsi, naik dari sepertiga pada tahun 1970. Namun, jenis kontrasepsi yang dipilih bervariasi di setiap negara dan kawasan, mencerminkan perbedaan budaya, pendidikan, dan akses terhadap layanan kesehatan.
Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Mendominasi di Beberapa Kawasan
Metode kontrasepsi jangka panjang seperti IUD, suntikan, implan, dan sterilisasi wanita banyak digunakan di wilayah dengan tingkat pernikahan atau hubungan jangka panjang yang tinggi. Di Asia Selatan, sterilisasi wanita menjadi metode pilihan utama, sementara di Asia Pasifik yang sedang berkembang, IUD lebih populer. Di Sub-Sahara Afrika, organisasi bantuan internasional telah memperkenalkan penggunaan implan dan suntikan sebagai metode kontrasepsi yang lebih mudah diakses. Namun, sterilisasi pria hanya digunakan sebesar 2,8% secara global, jauh lebih rendah dibandingkan dengan sterilisasi wanita yang mencapai 26,6%.
Metode Kontrasepsi Jangka Pendek Lebih Populer di Eropa Barat
Sementara di Eropa Barat, metode kontrasepsi jangka pendek seperti pil atau kondom lebih banyak digunakan, terutama di kalangan pasangan muda atau yang belum menikah. Di wilayah ini, tingkat penggunaan kontrasepsi lebih tinggi dibandingkan dengan banyak kawasan lain. Amerika, Afrika Utara, Timur Tengah, serta Eropa Timur dan Asia Tengah menunjukkan gambaran yang lebih beragam, dengan penggunaan metode jangka panjang dan pendek yang relatif seimbang. Selain itu, wilayah-wilayah ini juga memiliki prevalensi yang lebih tinggi dalam penggunaan metode kontrasepsi tradisional yang kurang aman, seperti metode kalender dan penarikan.
Tingkat Penggunaan Kontrasepsi Terendah di Afrika
Kawasan Afrika mencatat tingkat penggunaan kontrasepsi terendah, di mana hanya sekitar seperempat hingga sepertiga wanita usia reproduksi dan pasangannya yang menggunakan metode kontrasepsi pada tahun 2019. Sebaliknya, Eropa Barat mencatat tingkat penggunaan tertinggi, yaitu mencapai tiga perempat dari populasi wanita usia reproduksi. Amerika Utara dan Amerika Latin serta Karibia juga menunjukkan tingkat penggunaan yang cukup tinggi, berkisar pada dua per tiga.
Studi ini menekankan pentingnya menyediakan berbagai pilihan metode kontrasepsi, baik jangka pendek maupun panjang, agar setiap individu dapat memilih metode yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka. Dengan akses yang lebih baik terhadap informasi dan pendidikan seks, serta berbagai pilihan kontrasepsi yang tersedia, diharapkan penggunaan kontrasepsi dapat terus meningkat di seluruh dunia, sehingga mampu mendukung kesehatan reproduksi yang lebih baik bagi semua orang.






