Dominasi Laga, Dewa United Banten FC Raih Satu Poin Atas Bali United

Dewa United Banten FC harus puas membawa pulang satu poin usai bermain imbang tanpa gol melawan Bali United FC pada lanjutan BRI Super League 2025/26 pekan tunda kedelapan. Pertandingan yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Senin (29/12/2025) sore tersebut berlangsung ketat hingga peluit panjang dibunyikan.

Sejak awal laga, Banten Warriors menghadapi tekanan tinggi dari tuan rumah. Dalam 20 menit pertama, tempo permainan berjalan seimbang dengan duel-duel ketat di berbagai lini. Namun, situasi tersebut perlahan berubah setelah Dewa United melakukan penyesuaian strategi, khususnya di sektor tengah.

Read More

Perubahan tersebut menjadi titik balik permainan. Dewa United mulai mendominasi penguasaan bola, mendikte tempo, dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Sayangnya, efektivitas di sepertiga akhir lapangan masih menjadi kendala, sehingga peluang-peluang emas belum mampu dikonversi menjadi gol hingga laga usai.

Usai pertandingan, pelatih kepala Dewa United, Jan Olde Riekerink, memberikan pandangannya pada sesi Post-Match Press Conference di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Senin malam.

Menurut Riekerink, laga ini sejatinya tidak sesulit yang terlihat di papan skor. Ia menilai permainan berjalan seimbang pada awal laga, sebelum timnya mampu mengambil kendali.

“Setelah menganalisis pertandingan, saya pikir ini bukan pertandingan yang sulit. Di 20 menit awal, laga berjalan 50-50. Setelah itu kami melakukan perubahan di lini tengah dan memperbaiki kelemahan kami, terutama dalam situasi satu lawan satu,” ujarnya.

Lebih lanjut, pelatih asal Belanda tersebut menegaskan bahwa dominasi Dewa United mulai terlihat setelah menit ke-20 hingga 30 pertandingan.

“Dalam momen itu kami mulai mendikte permainan. Kami menciptakan banyak peluang, bahkan peluang-peluang besar. Namun, kami harus jujur mengakui bahwa semua peluang yang terlewat di depan gawang itu adalah tanggung jawab kami sendiri,” tambahnya.

Pelatih berlisensi UEFA Pro ini juga menyinggung satu momen krusial yang dinilainya merugikan timnya. Peluang emas yang berawal dari umpan panjang Sonny Stevens dan dilanjutkan Stefano Lilipaly dianggap terhenti akibat keputusan wasit.

“Peluang terbesar kami justru dihentikan wasit. Bola sudah melewati garis pertahanan dan Stefano sudah berhadapan dengan penjaga gawang, tetapi wasit menilai ada pelanggaran terhadap Alex sebelumnya. Namun, itu bagian dari sepak bola,” jelasnya.

Meski demikian, Coach Jan menilai performa Bali United justru menurun di penghujung laga, sementara Dewa United terus menekan.

“Di 10 menit terakhir, Bali sangat kesulitan. Kami memiliki banyak peluang, sementara mereka hanya memiliki satu tendangan ke arah gawang. Karena itu, saya tetap memberikan pujian untuk tim saya,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, pelatih yang melakoni laga ke-100 bersama Dewa di Liga ini menggarisbawahi perjalanan tidak mudah yang dilalui Dewa United sepanjang musim ini. Namun, ia optimistis timnya mampu kembali menemukan identitas permainan terbaik.

“Ini bukan tahun yang mudah, kami menghadapi banyak kesulitan. Tetapi saya punya perasaan yang kuat bahwa kami bisa kembali ke bentuk permainan seperti tahun lalu, dengan permainan kombinasi dari sisi lapangan. Selain 20 menit awal, kami mendominasi pertandingan ini, menciptakan banyak peluang, tetapi gagal mencetak gol,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *