Umamusume: Pretty Derby Rilis Main Story Chapter 5 Minggu Ini, Soroti Kisah Silence Suzuka

Umamusume: Pretty Derby resmi mengumumkan kehadiran Main Story Chapter 5 bertajuk “Scenery”, yang akan dirilis pada 22 Januari. Chapter terbaru ini akan berfokus pada salah satu trainee paling ikonik di game, yakni Silence Suzuka. Bersamaan dengan pengumuman tersebut, Cygames juga melepas trailer utama yang memperlihatkan gambaran emosional dari kisah yang akan diangkat.

Chapter ini menjadi update Main Story ketiga sejak Umamusume: Pretty Derby meluncur secara global pada Juni 2025. Sebelumnya, game ini hadir dengan dua chapter awal yang menyoroti Mejiro McQueen dan Rice Shower, lalu disusul cerita Winning Ticket pada Agustus serta Narita Brian pada Oktober.

Read More

Siapa Silence Suzuka?

Silence Suzuka merupakan bagian dari jajaran karakter awal Umamusume: Pretty Derby. Ia dikenal karena gaya lari frontrunner yang nyaris “tak terkejar”, serta hubungannya yang erat dengan maskot waralaba ini, Special Week. Sosoknya yang tenang, fokus, dan memikat membuat Suzuka menjadi salah satu karakter paling dicintai, baik di dalam game maupun adaptasi animenya.

Seperti umamusume lainnya, Silence Suzuka terinspirasi dari kuda pacu asli Jepang dengan nama yang sama, yang berlaga pada akhir 1990-an. Putra dari leading sire legendaris Sunday Silence ini memulai karier balapnya pada 1997. Meski awalnya tidak terlalu mulus, perubahan strategi dan gaya lari—yang kemudian dikenal sebagai Runaway—membuatnya bersinar di musim 1998.

Silence Suzuka dikenal karena kecepatannya yang luar biasa di lintasan rumput, sering memimpin balapan dengan jarak yang sangat jauh dari pesaingnya. Ia digadang-gadang akan menjadi kuda pemecah rekor dengan potensi meraih banyak gelar Grade 1. Namun, tragedi menghentikan segalanya.

Pada 1 November 1998, di ajang Autumn Tenno Sho, Silence Suzuka mengalami cedera fatal berupa patah tulang karpal kiri. Saat itu, ia tengah memimpin balapan dengan keunggulan sekitar 15 panjang kuda. Menjelang tikungan terakhir, Suzuka tiba-tiba melambat, terhuyung, lalu berhenti. Joki legendaris Yutaka Take segera turun dan berusaha menenangkannya sebelum Suzuka dibawa ke ambulans hewan.

Sayangnya, cedera tersebut terlalu parah untuk dipulihkan. Demi mencegah penderitaan lebih lanjut, keputusan berat pun diambil. Kepergian Silence Suzuka mengejutkan dunia pacuan kuda Jepang. Banyak yang meyakini tubuhnya tak mampu lagi menahan kecepatan dan kekuatan ekstrem yang menjadi ciri khasnya.

Hingga kini, tanggal 1 November dikenang sebagai “Silent Sunday” oleh para penggemar pacuan kuda Jepang—sebuah hari untuk mengenang kuda luar biasa yang potensinya terhenti terlalu cepat.

“Scenery”: Kisah Silence Suzuka dari Sudut Pandang Baru

Bagi penggemar lama Umamusume, terutama yang mengikuti anime musim pertama di mana Silence Suzuka tampil sebagai co-protagonist bersama Special Week, garis besar cerita Chapter 5 mungkin sudah familiar. Namun, nuansa emosionalnya tetap terasa menyayat.

Di dunia Umamusume, Silence Suzuka digambarkan sebagai gadis pendiam dan stoik, yang hanya ingin mengejar “pemandangan indah” yang hanya bisa dilihat oleh pelari terdepan. Ambisinya yang begitu kuat membuat orang-orang di sekitarnya menjaga jarak—ia lebih sering dikagumi daripada benar-benar dipahami.

Berbeda dari anime, Main Story Chapter 5 menghadirkan perspektif baru. Kali ini, pemain akan berperan sebagai satu-satunya trainer Silence Suzuka. Kekhawatiran akan caranya yang terus memaksa diri menjadi tema utama, sembari pemain berusaha memahami sudut pandangnya dan mendampinginya menghadapi berbagai tantangan. Ya, peristiwa “Silent Sunday” tetap akan hadir.

Namun, kali ini ceritanya menawarkan harapan baru. Dalam “Scenery”, Silence Suzuka diberi kesempatan untuk mengejar mimpinya hingga akhir—sebuah kisah yang pahit, indah, dan sarat makna bagi para penggemar Umamusume: Pretty Derby.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *