Kontroversi Pemain Rainbow Six Team Liquid Berujung Kehilangan Sponsor Honda

Kerja sama enam tahun antara Team Liquid dan merek otomotif Jepang, Honda, resmi berakhir setelah insiden kontroversial yang melibatkan pemain Rainbow Six mereka, Lucas “DiasLucasBr” Dias. Hal ini terjadi usai kekalahan Liquid dari CAG Osaka di turnamen R6 RELOAD, yang memicu reaksi keras dari komunitas.

Setelah pertandingan, Dias memposting GIF ledakan bom nuklir di X (dulu Twitter), yang menurutnya menggambarkan bagaimana timnya “meledak” saat bertanding. Namun, banyak pihak—terutama komunitas Jepang—menilai GIF tersebut sebagai sindiran terhadap tragedi bom atom di Jepang. Kritik pun langsung mengalir deras.

Read More

Permintaan Maaf dari DiasLucasBr

Dias menghapus unggahan tersebut dan meminta maaf pada 15 Mei. Ia mengakui bahwa menggunakan GIF itu adalah kesalahan besar dan menyadari bahwa konteksnya tidak pantas. Ia menegaskan tidak berniat menyakiti siapapun, khususnya para penggemar Jepang, baik di Jepang maupun di Brasil.

Ia juga menyatakan telah meminta maaf secara langsung kepada tim CAG dan berjanji untuk lebih bertanggung jawab ke depannya, baik di dalam maupun luar permainan.

Tanggapan Team Liquid dan Kehilangan Sponsor

Team Liquid mengeluarkan pernyataan resmi yang menyebut bahwa unggahan tersebut memang tidak sensitif, namun tidak ada unsur niat jahat—melainkan hanya kesalahan besar dalam penilaian. Sebagai tindakan disipliner, Dias dikenai denda setara empat bulan gaji dan wajib mengikuti pelatihan etika dan media.

Seluruh skuad Rainbow Six Liquid juga akan menyumbangkan hadiah turnamen mereka untuk amal. Organisasi akan mengadakan program pelatihan ulang selama enam bulan bagi seluruh staf dan pemain, menjadikan insiden ini sebagai studi kasus.

Dampak terbesar adalah keluarnya Honda sebagai sponsor. “Kami menghormati keputusan Honda dan berterima kasih atas enam tahun kerja sama,” tulis Liquid. Mereka juga menyampaikan permintaan maaf kepada komunitas esports Jepang dan berkomitmen untuk membangun kembali kepercayaan publik.

Pembelaan Pendiri Team Liquid

Victor Goossens, pendiri Team Liquid, turut angkat bicara. Ia menyatakan bahwa Dias hanya bermaksud menggambarkan performa tim, bukan menghina. Dias mencari GIF dengan kata kunci umum seperti “bomba caindo” (bom jatuh) tanpa maksud jahat.

Goossens menilai reaksi berlebihan publik seolah mengubah maksud unggahan dan meminta pemecatan Dias adalah hal yang menyakitkan. Meski menyadari ada dampak dari postingan itu, ia percaya pemain muda tersebut pantas diberi kesempatan dan menyatakan bahwa organisasi tetap menjunjung akuntabilitas namun juga keadilan dan konteks.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *