Vikri Rahmat, seniman serba bisa asal Bogor, mengangkat isu mentalitas kepiting (crab mentality) dalam lagu terbarunya yang berjudul “Pengen Ini Itu”. Dalam kunjungan ke Kantor Berita Antara di Antara Heritage Center, Jakarta, Vikri menjelaskan bahwa lagu tersebut ingin menyindir perilaku orang-orang yang tidak senang melihat kesuksesan orang lain.
“Dalam lagu ini, saya mencoba bercerita dari sudut pandang orang yang terdampak oleh mentalitas kepiting. Saya ingin mewakili teman-teman yang mungkin tidak memiliki keberanian untuk bersuara,” ungkap Vikri.
Lagu yang merupakan bagian dari album kedua “Renung” dari grup musik folk alternatif “Vikri and My Magic Friend” ini, menggunakan lirik jenaka namun tetap menyentuh esensi dari pesan yang ingin disampaikan.
Vikri menjelaskan bahwa konsep “Pengen Ini Itu” diambil dari fenomena kepiting yang ketika ditempatkan dalam satu wadah, akan saling menarik satu sama lain ketika salah satu kepiting mencoba untuk keluar. Analogi ini, menurut Vikri, mencerminkan perilaku banyak orang dalam kehidupan sehari-hari.
“Crab mentality ini sangat merugikan, karena mereka yang terjebak dalam pola pikir ini cenderung menjatuhkan orang lain hanya karena iri dan dengki. Padahal seharusnya, kita semua bisa saling mendukung untuk mencapai fase hidup yang lebih baik,” tambahnya.
Selain lirik yang kuat, lagu “Pengen Ini Itu” juga menonjolkan kekuatan notasi yang repetitif, membuatnya mudah diingat oleh pendengar. Beberapa elemen musik etnik juga turut menyelip dalam aransemen lagu ini, memberikan nuansa yang lebih mendalam.
Album “Renung”, yang direncanakan rilis akhir tahun 2024, akan mengangkat tema refleksi diri dengan sembilan lagu yang beragam. Selain “Pengen Ini Itu”, lagu “Nasihat Bapak” juga dipilih sebagai pembuka dari album ini.
Diharapkan, karya musik dari Vikri Rahmat ini tidak hanya menghibur, tetapi juga mampu menyadarkan pendengar akan pentingnya saling mendukung dan menghindari pola pikir yang membatasi diri sendiri.






