Tren kendaraan listrik di Indonesia semakin meluas, tidak terkecuali untuk pasar kendaraan bekasnya. Dalam beberapa tahun terakhir, minat konsumen terhadap kendaraan listrik bekas, seperti Wuling Air ev, meningkat secara signifikan. Salah satu alasan utamanya adalah harga yang lebih terjangkau dibandingkan dengan varian baru.
Veni, seorang pengguna Wuling Air ev bekas, menjelaskan bahwa keputusannya memilih kendaraan listrik bekas ini didasari oleh kombinasi antara harga yang lebih rendah dan kehandalan dalam penggunaan sehari-hari. “Tujuan saya membeli Wuling Air ev bekas adalah untuk mengantar anak les dan sekolah. Dengan akurasi jarak yang baik, penggunaannya sangat nyaman,” ujarnya.
Salah satu keuntungan lain yang dirasakan Veni adalah perawatan yang lebih terjangkau. “Dari segi biaya listrik dan perawatan, sangat murah dibandingkan dengan mobil konvensional seperti BMW yang saya miliki sebelumnya,” tambahnya.
Keputusan untuk membeli kendaraan listrik bekas juga memberikan kesempatan untuk mendapatkan varian dengan fitur lebih lengkap tanpa harus mengeluarkan biaya yang sangat tinggi. “Dengan harga sekitar Rp200 juta, saya mendapatkan varian Long Range dengan garansi 8 tahun, yang masih memberikan rasa aman meskipun sudah berusia enam tahun,” jelasnya.
Wuling Air ev sendiri telah dilengkapi dengan teknologi terbaru seperti multimedia Dual Screen 10.25 inci, konsol tengah yang futuristik, dan fitur keamanan seperti airbag ganda, EBS, EBD, serta Electronic Stability Control (ESC).
Dengan demikian, semakin banyak konsumen yang beralih ke kendaraan listrik bekas bukan hanya karena faktor ekonomi, tetapi juga karena keandalan dan fitur-fitur canggih yang ditawarkan oleh mobil listrik generasi terbaru. Dengan semakin terjangkaunya harga dan kualitas yang terjamin, kendaraan listrik bekas semakin menjadi pilihan menarik di Indonesia.






