Berita Terbaru: Dokter Sarankan Pasien Kurangi Aktivitas Sepeda Pasca Khitan

Pasca menjalani prosedur khitan, dokter bedah menyarankan agar pasien mengurangi aktivitas yang berpotensi menyebabkan gesekan pada area yang baru disunat, seperti naik sepeda, naik motor, atau menunggang kuda, setidaknya selama seminggu.

Dr. Yessi Eldiyani, Sp.B.A., Subsp. D.A., (K), pakar bedah anak dari Perkumpulan Spesialis Bedah Anak Indonesia (Perbani), menjelaskan pentingnya menjaga agar luka jahitan tidak terbuka kembali akibat gesekan dengan sadel sepeda atau bangku motor.

“Setelah prosedur khitan, sangat disarankan untuk menghindari aktivitas yang dapat menimbulkan gesekan di area yang baru disunat. Hal ini untuk mencegah luka jahitan kembali terbuka dan memperlambat proses penyembuhan,” ujar Dr. Yessi dalam keterangan yang diterima hari ini.

Selain itu, Dr. Yessi juga menyarankan pasien untuk menggunakan celana dalam yang lebih longgar atau celana dalam khusus pasca khitan untuk mengurangi gesekan yang dapat mengganggu proses penyembuhan.

Prosedur khitan sendiri, menurut Dr. Yessi, umumnya dianggap aman dengan reaksi jangka pendek yang biasa dialami pasien seperti rasa ngilu pada kepala penis yang baru disunat. “Rasa ngilu ini akan berangsur-angsur membaik dalam waktu dua hingga empat minggu karena kepala penis yang baru disunat menjadi lebih sensitif,” tambahnya.

Dr. Yessi juga menegaskan bahwa prosedur khitan dapat dilakukan pada usia berapa pun, meskipun banyak orang tua memilih untuk melakukan khitan sejak dini untuk mencegah risiko infeksi saluran kemih atau atas indikasi medis tertentu.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa ada beberapa kondisi medis tertentu yang perlu diperhatikan sebelum menjalani prosedur khitan, seperti hipospadia atau kelainan pembekuan darah seperti hemofilia. Oleh karena itu, konsultasi dengan dokter spesialis bedah umum atau bedah anak sebelum melakukan khitan sangat disarankan.

Untuk informasi lebih lanjut tentang prosedur khitan dan persiapan pasca operasi, masyarakat diimbau untuk berkonsultasi langsung dengan dokter yang bersangkutan di rumah sakit terdekat.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *