Ampere, perusahaan kendaraan listrik utama di Eropa, telah mengumumkan rencana ambisius untuk mengintegrasikan teknologi baterai baru yang dapat mengurangi biaya produksi kendaraan listrik. Keputusan ini diumumkan setelah Ampere bekerja sama dengan LG Energy Solution dan CATL untuk mengembangkan teknologi baterai LFP (Lithium Iron Phosphate) yang inovatif, serta teknologi Cell-to-Pack (CTP).
Teknologi LFP telah dianggap sebagai alternatif yang lebih hemat energi dan ekonomis dibandingkan baterai konvensional NCM (Nikel Cobalt Manganese). Dengan teknologi CTP, Ampere dapat meningkatkan jangkauan kendaraan dengan mengintegrasikan lebih banyak sel baterai langsung ke dalam casing, menghilangkan kebutuhan akan modul baterai tambahan. Hal ini tidak hanya mengurangi biaya produksi tetapi juga meningkatkan efisiensi energi.
Chief Operating Officer Ampere, Josep Maria Recasens, mengatakan, “Rencana ini sejalan dengan peta jalan Ampere untuk mengurangi biaya hingga 40 persen sebelum kendaraan generasi berikutnya.” Ampere berencana untuk menerapkan teknologi ini pada model-model Renault dan Alpine mulai awal tahun 2026, dengan harapan dapat memenuhi kebutuhan baterai untuk kendaraan listrik di Eropa hingga tahun 2030.
Perusahaan ini menyoroti bahwa integrasi teknologi LFP dan CTP tidak hanya akan mendukung mobilitas listrik yang lebih terjangkau tetapi juga mendemokratisasi adopsi kendaraan ramah lingkungan di seluruh benua.
Dengan kemajuan yang signifikan dalam teknologi baterai ini, Ampere dan mitra-mitranya berharap untuk memimpin pasar kendaraan listrik di Eropa dengan inovasi yang berkelanjutan dan solusi yang berkelanjutan untuk tantangan lingkungan global saat ini.






