Kualitas Udara Jakarta Terburuk Kelima di Dunia

Kualitas udara di Jakarta pada hari ini mencatatkan kondisi yang sangat tidak sehat, menduduki peringkat kelima sebagai kota dengan udara terburuk di dunia. Menurut data dari situs pemantau kualitas udara IQAir, pada pukul 05.30 WIB, indeks kualitas udara (AQI) Jakarta berada di angka 155, yang menunjukkan polusi udara akibat PM2,5 dengan konsentrasi mencapai 61 mikrogram per meter kubik.

Angka ini setara dengan 12,2 kali nilai panduan kualitas udara tahunan yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Partikel PM2,5, yang berukuran lebih kecil dari 2,5 mikron, dapat berdampak negatif pada kesehatan, terutama bagi kelompok sensitif.

Read More

Kategori Kualitas Udara:

  • Tidak Sehat: AQI > 100, berisiko bagi kelompok sensitif.
  • Sedang: AQI 51-100, tidak berpengaruh pada kesehatan umum tetapi dapat berdampak pada tumbuhan sensitif.
  • Baik: AQI 0-50, aman bagi semua.
  • Sangat Tidak Sehat: AQI 200-299, berbahaya bagi beberapa segmen populasi.
  • Berbahaya: AQI 300-500, dapat mengancam kesehatan serius.

Dalam peringkat kualitas udara terburuk, Lahore, Pakistan menduduki posisi pertama dengan AQI 198, diikuti Kinshasa, Kongo (186), Dubai, Uni Emirat Arab (169), dan Shanghai, China (161).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menyatakan bahwa alat pemantau kualitas udara yang digunakan telah memenuhi standar nasional dan diujicobakan sesuai SNI 9178:2023. Ini memastikan bahwa data yang dihasilkan adalah akurat dan konsisten.

Dengan kondisi ini, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dan mempertimbangkan penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *