Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), seorang Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), menegaskan bahwa imunisasi polio aman untuk diberikan kepada anak-anak dengan autisme dan kondisi berkebutuhan khusus lainnya yang tidak memiliki gangguan medis tertentu.
Dalam acara Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio yang digelar di Gedung Ikatan Dokter Anak Indonesia, Prof. Rini mengungkapkan bahwa imunisasi tersebut tidak memiliki dampak negatif terhadap anak-anak dengan gangguan perilaku seperti autisme. “Anak-anak tersebut aman untuk menerima imunisasi polio, asalkan mereka dalam keadaan fisik yang sehat dan tidak memiliki kontraindikasi medis lainnya,” ujarnya.
Prof. Rini, yang juga Ketua Unit Kerja Koordinasi Tumbuh Kembang Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), menjelaskan pentingnya memastikan bahwa anak-anak berkebutuhan khusus juga mendapatkan imunisasi lengkap. “Orang tua perlu memahami bahwa imunisasi adalah langkah penting dalam menjaga kekebalan tubuh anak terhadap penyakit yang dapat dicegah,” tambahnya.
Menanggapi kondisi imunisasi di Tanah Air, Prof. Rini menyatakan bahwa cakupan imunisasi pada tahun 2021 mengalami penurunan signifikan akibat pandemi COVID-19. Untuk mengatasi hal ini, Kementerian Kesehatan bersama IDAI menggelar PIN Polio tahap kedua di 27 provinsi, sebagai respons terhadap Kejadian Luar Biasa (KLB) polio yang masih terjadi di beberapa daerah.
“Kami menargetkan cakupan imunisasi mencapai minimal 95 persen, sehingga dapat mencapai kekebalan kelompok yang diperlukan untuk mengendalikan penyebaran penyakit polio,” kata Ketua IDAI, dr Piprim Basarah Yanuarso. Dia menambahkan bahwa imunisasi akan dilaksanakan selama seminggu ke depan di posyandu, puskesmas, dan lokasi lain yang telah ditentukan.
Prof. Rini juga mengimbau orang tua untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai imunisasi yang tepat bagi anak-anak mereka, termasuk anak-anak dengan kebutuhan khusus seperti autisme.






