Sutradara Fede Álvarez baru-baru ini mengungkapkan sumber inspirasi untuk film terbarunya, “Alien: Romulus”. Ternyata, ide cerita film tersebut berakar dari sebuah adegan yang terhapus dari film klasik “Aliens” tahun 1986.
Dalam keterangan resminya, Fede menjelaskan bahwa adegan yang dimaksud menampilkan sekelompok anak-anak yang berlarian di koloni luar angkasa. Adegan ini, meski tidak pernah masuk ke versi final “Aliens”, memicu imajinasinya untuk menggali lebih dalam tentang kehidupan anak-anak yang tumbuh dewasa dalam koloni sempit tersebut.
“Ada adegan di mana sekelompok anak-anak berlarian di antara para pekerja di koloni. Saya memikirkan bagaimana rasanya untuk para remaja ini tumbuh di koloni yang sangat kecil dan apa yang terjadi ketika mereka mencapai usia awal 20-an,” ujar Fede.
“Alien: Romulus” akan menjadi film pertama dalam waralaba “Alien” yang menyoroti anak-anak muda sebagai karakter utama. Film ini mengikuti sekelompok remaja dari koloni luar angkasa yang berusaha menemukan teknologi untuk melarikan diri dari planet mereka dan harus menghadapi makhluk asing yang mengerikan di sebuah stasiun luar angkasa yang sudah lama tidak berfungsi.
Film ini memanfaatkan teknologi canggih dan efek CGI terkini, sambil tetap mempertahankan sentuhan klasik yang identik dengan gaya visual dari film “Alien” yang pertama kali dirilis pada tahun 1979. Fede Álvarez, yang didukung oleh Ridley Scott, berkomitmen untuk menjaga esensi visual film dengan menggunakan teknik efek yang mengingatkan pada film orisinal tersebut.
Untuk menciptakan alien yang menakutkan seperti Xenomorph, Facehugger, dan Chestbursters, tiga studio efek berbeda terlibat dengan teknik animatronik, kostum, bunraku (boneka tangan tradisional Jepang), dan CGI. Legacy Effects, WĒTĀ WORKSHOP, dan STUDIO GILLIS masing-masing menyumbang keahlian mereka dalam menciptakan empat Xenomorph, 12 versi Facehugger, dan efek Chestburster yang mengesankan.
“Alien: Romulus” diproduksi oleh Ridley Scott, Michael Pruss, dan Walter Hill, dengan Fede Álvarez, Elizabeth Cantillon, Brent O’Connor, dan Tom Moran sebagai produser eksekutif. Film ini menjanjikan untuk memberikan pengalaman baru sambil menghormati warisan film “Alien” yang ikonik.






