Dewa United Banten FC berhasil meraih kemenangan penting saat menghadapi Madura United FC dalam pekan ke-29 BRI Super League 2025/26. Bertanding di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, Sabtu (25/4/2026) sore, Banten Warriors menunjukkan karakter kuat dengan membalikkan keadaan dan menutup laga dengan skor 1-2.
Pertandingan langsung berjalan dengan Banten Warriors mengambil inisiasi serangan sejak peluit awal dibunyikan. Namun, Dewa United harus lebih dulu tertinggal pada menit ke-6 melalui penyerang Madura, Junior Brandao, yang berhasil melewati kiper Sonny Stevens dan membuka keunggulan bagi tuan rumah.
Tertinggal lebih dulu tak membuat Banten Warriors kehilangan arah. Dewa United justru tampil dominan dengan terus menggempur pertahanan lawan. Sejumlah peluang berhasil diciptakan, tetapi belum mampu dikonversi menjadi gol. Hingga turun minum, skor 1-0 tetap bertahan untuk keunggulan Madura United.
Memasuki babak kedua, perubahan strategi yang dilakukan tim pelatih mulai menunjukkan hasil. Baru tiga menit berjalan, tepatnya pada menit ke-48, kapten tim Ricky Kambuaya menjadi pembeda. Melalui kombinasi umpan dan sentuhan apiknya, ia mampu mengelabui lini pertahanan lawan sebelum melepaskan tembakan yang tak mampu dihalau kiper.
Momentum tersebut berlanjut hanya lima menit berselang. Pada menit ke-53, Ricky Kambuaya kembali mencatatkan namanya di papan skor. Berawal dari umpan mendatar dari sisi kanan, ia menyelesaikannya dengan satu sontekan akurat yang membawa Dewa United berbalik unggul 1-2.
Setelah unggul, Dewa United sebenarnya memiliki peluang untuk menambah gol. Namun, beberapa kesempatan belum mampu dimaksimalkan. Di sisi lain, Madura United terus menekan di sisa waktu pertandingan. Meski demikian, solidnya lini pertahanan Banten Warriors mampu menjaga keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.
Usai laga, pelatih kepala Dewa United, Jan Olde Riekerink, memberikan pandangannya dalam sesi konferensi pers. Ia menilai bahwa pada fase kompetisi saat ini, setiap pertandingan memiliki tingkat kesulitan yang tinggi.
“Pada fase kompetisi ini, termasuk dalam empat pertandingan ke depan, kami akan menghadapi tim-tim yang memiliki kepentingan besar. Mereka berjuang untuk menghindari degradasi, sementara kami ingin finis setinggi mungkin. Itu membuat setiap laga selalu penuh tensi,” ujarnya.
Ia juga menyoroti jalannya pertandingan yang tidak mudah, terutama setelah timnya tertinggal lebih dulu di awal laga.
“Kami bermain tandang melawan Madura, dan seharusnya bisa mengakhiri laga dengan skor lebih besar. Namun setelah lima menit, kami sudah tertinggal 1-0. Saya juga ingin memberikan apresiasi kepada Madura, karena mereka menunjukkan semangat juang, pengalaman, dan organisasi permainan yang baik,” terangnya.
Lebih lanjut, pelatih yang pernah menangani Galatasaray ini menjelaskan bahwa perubahan taktik menjadi kunci kebangkitan tim di babak kedua.
“Pada babak pertama, kami sebenarnya bisa mencetak satu atau dua gol. Setelah itu, kami melakukan sedikit perubahan formasi, terutama dalam fase awal penguasaan bola. Kami mencoba menciptakan kedalaman serangan, dan tim tampil sangat luar biasa,” jelasnya.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran seluruh pemain dalam skuad.
“Ini menunjukkan pentingnya memiliki bukan hanya 11 pemain, tetapi 28 pemain dalam skuad. Kami memiliki fleksibilitas untuk melakukan perubahan dan memasukkan tipe pemain yang berbeda sesuai kebutuhan pertandingan,” tegasnya.
“Saya sangat senang dengan performa tim hari ini. Madura bermain dengan baik dan terorganisasi, tetapi pada awal babak kedua kami tampil sangat bagus, terutama dalam 30 menit pertama, hingga berhasil menyamakan kedudukan dengan cepat. Kami bahkan memiliki peluang untuk mencetak lebih banyak gol,” pungkasnya.






