Ketangguhan ditunjukkan oleh Dewa United Banten FC saat menjamu Persijap Jepara pada pekan ke-30 BRI Super League 2025/26 di Stadion Internasional Banten, Serang, Rabu (29/4/2026) sore. Dalam laga yang berjalan ketat, Banten Warriors berhasil mengamankan kemenangan 1-0.
Dewa United tampil dominan sejak awal dan menciptakan sejumlah peluang, namun pertahanan rapat Persijap membuat babak pertama berakhir tanpa gol. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-54 melalui eksekusi penalti Alex Martins setelah terjadi pelanggaran handball atas tendangan Egy Maulana Vikri.
Di penghujung laga, Persijap mendapat peluang emas lewat penalti. Namun, aksi gemilang Sonny Stevens yang mampu menggagalkan tendangan tersebut sekaligus melakukan penyelamatan lanjutan memastikan tiga poin tetap bertahan di kandang.
Usai pertandingan, penjaga gawang Dewa United, Sonny Stevens, mengakui bahwa performa tim belum sepenuhnya memuaskan, meski hasil akhir berpihak pada mereka.
“Saya rasa saat ini saya sedikit lebih bahagia dibandingkan pelatih. Namun, saya juga melihat bahwa kami tidak bermain dengan baik,” ujarnya.
Ia kemudian menilai jalannya pertandingan secara keseluruhan. Menurutnya, pada babak pertama tim mampu mengendalikan permainan meski belum optimal dalam penyelesaian akhir.
“Di babak pertama, kami menciptakan beberapa peluang, sementara mereka tidak banyak mengancam, sehingga kami bisa mengendalikan permainan. Akan tetapi, itu masih belum cukup baik,” tuturnya.
Memasuki babak kedua, Dewa United sempat menunjukkan peningkatan performa dalam periode singkat yang berbuah gol kemenangan. Namun setelah itu, intensitas permainan justru menurun dan tim lebih banyak berada dalam tekanan.
“Kemudian, di babak kedua, kami memiliki sekitar 15 menit di mana kami bermain lebih baik, mendapatkan penalti, dan berhasil mencetak gol. Setelah itu, kami justru menurun dan harus lebih banyak bertahan,” terangnya.
Pemain bernomor punggung 92 ini juga menyoroti kesulitan tim dalam menghadapi gaya bermain lawan yang dinamis.
“Babak kedua terasa sangat sulit bagi kami. Mereka bergerak ke mana-mana dan terus berlari, sehingga kami kesulitan menghadapi gaya permainan tersebut,” tegasnya.
Dalam situasi genting di akhir pertandingan, Sonny tampil sebagai pembeda. Ia mengungkapkan kebanggaannya bisa berkontribusi langsung dalam momen krusial tersebut.
“Bagi seorang penjaga gawang, menjadi sosok penting di momen akhir pertandingan adalah sebuah impian. Dengan penyelamatan penalti dan penyelamatan beruntun yang saya lakukan, saya merasa sangat senang,” urainya.
“Saya menyadari kami tidak bermain dengan baik, tetapi yang terpenting adalah kami meraih poin dan harus terus berjuang untuk mendapatkan lebih banyak kemenangan,” tutupnya.






