Mie Kangkung Belacan Ahai: Legenda Kuliner Medan yang Tak Pernah Lekang oleh Waktu

Jika Durian dikenal sebagai primadona kota Medan, maka Mie Kangkung Belacan Ahai adalah kuliner legendaris yang tak kalah menyita perhatian. Berdiri sejak tahun 1976, warung makan ini tak hanya menjadi favorit lokal tetapi juga kerap disebut sebagai tempat yang tak boleh dilewatkan oleh para pengunjung kota.

Dari Pasar Ramai ke Jalan Tengku Amir Hamzah

Awalnya terletak di Pasar Ramai Thamrin, warung Mie Kangkung Belacan Ahai mengalami pergeseran lokasi akibat pandemi COVID-19. Dengan kreativitas dan ketahanan, generasi kedua penerus warung, Ahai, memutuskan untuk beroperasi dari halaman rumahnya di Jalan Tengku Amir Hamzah, Sei Agul. Meski pindah lokasi, popularitas Mie Kangkung Belacan justru semakin meningkat, berkat juga dukungan media sosial oleh putrinya, Cathrine.

Ahai menceritakan, “Pindah ke sini karena dampak COVID-19. Beberapa outlet tutup, jadi kami memutuskan untuk memulai dari rumah. Anak-anak juga banyak membantu di sini.”

Mie Kangkung Belacan: Cita Rasa yang Tak Terlupakan

Mie Kangkung Belacan Ahai menawarkan hidangan mie tumis dengan bumbu terasi khas. Bumbu terasi yang merupakan resep turun-temurun dari ibu Ahai, pelopor asli mie kangkung belacan, memberikan cita rasa yang sangat berbeda dari yang lain.

“Mie kangkung belacan di sini menggunakan terasi yang dimasak dan dicampur dengan mie kuning, kangkung, dan sayuran lainnya. Ini adalah resep turun-temurun dari ibu saya sejak 1976,” ujar Ahai.

Hidangan ini disajikan dengan kuah becek, atau “nyemek” dalam bahasa sehari-hari, yang membuat rasanya semakin kaya dan beraroma kuat. Kuahnya yang gurih, dengan dominasi rasa terasi yang asin dan sedikit pedas, menawarkan sensasi rasa yang memuaskan.

Kualitas dan Kebersihan Terjaga

Salah satu daya tarik utama Mie Kangkung Belacan Ahai adalah kualitas bahan yang digunakan. Udang dan cumi yang digunakan dalam masakan selalu segar dan berkualitas tinggi. Vera, istri Ahai, menekankan bahwa bahan-bahan yang dipilih tidak sembarangan, “Udang dan cumi yang kami pakai selalu yang segar dan berkualitas. Kami tidak menggunakan bahan beku yang tidak sesuai dengan karakter masakan kami.”

Selain mie kangkung belacan, warung ini juga menyajikan menu favorit lain seperti nasi goreng ikan asin, kwetiau kangkung belacan, bihun goreng seafood, dan ifumie goreng seafood. Menu-menu ini dikenal karena bumbu ikan asinnya yang khas dan tidak kalah lezat.

Harga yang Terjangkau dan Pelayanan Prima

Warung ini menawarkan dua ukuran porsi: standar seharga Rp55.000 dan jumbo seharga Rp90.000. Selain itu, berbagai minuman botolan tersedia untuk melengkapi hidangan. Warung ini buka setiap hari dari pukul 17.00 WIB hingga 21.00 WIB, dengan pesanan terakhir hingga pukul 20.30 WIB.

Pelayanan di Mie Kangkung Belacan Ahai juga patut diacungi jempol. Pengunjung merasa dimanjakan dengan kehangatan dan efisiensi pelayanan, serta kebersihan tempat yang selalu terjaga. “Kami berusaha membuat setiap pengunjung merasa seperti di rumah sendiri,” kata Vera.

Dengan kombinasi rasa yang khas, bahan berkualitas, dan pelayanan yang memuaskan, Mie Kangkung Belacan Ahai tetap menjadi salah satu kuliner wajib bagi siapa saja yang berkunjung ke Medan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *