Dana darurat jadi salah satu hal yang wajib dimiliki oleh setiap individu karena memang dibutuhkan dalam keadaan mendesak. Kita tak pernah tahu akan musibah, bencana alam, sakit ataupun hal lainnya akan terjadi.
Oleh sebab itu pentingnya mempersiapkan dana darurat untuk meminimalisir kerugian yang bisa terjadi dikarenakan masalah yang telah disebutkan di atas. Tentu kita tidak ingin hal itu terjadi namun tidak ada salahnya bersiap-siapa agar menghindari risiko yang lebih besar bila kita tak siap akan apa yang terjadi mendatang.
Dana darurat juga bisa meminimalisir kita untuk berhutang ketika dalam keadaan mendesak. Dana darurat merupakan dana yang hanya boleh digunakan dalam keadaan darurat. Oleh sebab itu, dana tersebut tidak boleh digunakan untuk melunasi hutang konsumtif seperti cicilan mobil, membeli tiket pesawat, tiket konser, atau sejenisnya.
Idealnya dana darurat harus bisa mencakup 3 hingga 6 kali pengeluaran bulanan kita. Tujuanya adalah apabila terjadi kebutuhan mendesak ataupun sumber pendapatan bulanan berhenti, dana darurat bisa digunakan sementara untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari hingga mendapatkan pendapatan baru.
Mempersiapkan dana darurat bukan berarti ingin menarik hal buruk terjadi melainkan sebuah langkah antisipasi dan persiapan agar tidak terbebani secara finansial di kemudian hari.

Evaluasi keuangan
Pahami arus kas kamu dengan mengevaluasi pendapatan dan pengeluaran bulanan. Evaluasi ini berguna untuk membantu menentukan persentase dana yang dapat dialokasikan untuk dana darurat. Misalnya, jika setiap bulan pengeluaran kamu mencapai Rp3 juta, maka jumlah dana yang harus kamu sisihkan untuk dana darurat kurang lebih sebesar Rp9 juta sampai Rp18 juta.
Tentukan target waktu untuk menabung secara bertahap dan konsisten
Kalau kamu sudah tahu jumlah dana yang harus dikumpulkan maka kamu harus menentukan waktu untuk mencapai dana ini. Hal ini berlaku jika kamu belum punya sama sekali tabungan dana darurat. Mulailah menabung secara bertahap untuk dana darurat kamu. Meskipun jumlahnya kecil di awal, secara bertahap tingkatkan persentasenya hingga kamu secara konsisten mengalokasikan sebagian dari pendapatan untuk dana ini dan dana darurat terkumpul sesuai target.
Buat rekening terpisah
Berbeda dengan tabungan, dana darurat sebaiknya disimpan dalam rekening baru yang terpisah dari pengeluaran bulanan rutin. Tujuannya agar tidak teralihkan untuk membiayai keperluan lain. Buat rekening terpisah yang tidak membutuhkan saldo awal dan biaya administrasi yang besar. kamu juga harus punya akses yang cepat dan mudah terhadap dana ini, agar tidak kesulitan untuk menggunakan uang tersebut saat terjadi kondisi darurat, misalnya seperti akses untuk mobile banking. Memisahkan dana ini membantu untuk memastikan kontrol dan pemantauan yang lebih baik terhadap progres dana darurat kamu.
Lengkapi dengan produk asuransi yang tepat
Tips lain yang bisa kamu lakukan dalam mempersiapkan dana darurat adalah melengkapi tindakan tersebut dengan membeli asuransi yang tepat dan sesuai kebutuhan kamu. Asuransi merupakan produk proteksi yang dapat melindungi diri dari pengeluaran yang tidak diharapkan. Dengan asuransi, setiap individu bisa mempersiapkan dan mengelola keuangan dengan lebih baik.
Membeli asuransi juga bisa menjadi cara agar dana darurat bisa lebih terarah. Akan tetapi, pastikan bahwa premi asuransi yang dibayarkan selama periode waktu tertentu tidak akan menjadi beban finansial di kemudian hari. Dengan begitu, tabungan, investasi, dana darurat, dan biaya untuk asuransi akan tetap bisa berjalan berdampingan tanpa mengorbankan salah satunya, terlebih pengeluaran rutin atau bulanan.
Bagaimana, sudah mempersiapkan dana darurat untuk masa depan?






