Deretan Hal Menarik Film ‘Women from Roten Island’, Tayang di Bioskop Februari 2024

Dok. JAFF

Film Women from Rote Island telah menarik perhatian penonton dengan cerita uniknya yang berlokasi di Pulau Rote. Bukan hanya menjadi tontonan yang menghibur, film ini juga menjadi kritik pedas bagi isu sosial terkait pelecehan seksual yang masih sering dialami oleh perempuan di Indonesia.

Film besutan sutradara Jeremias Nyangoen ini langsung menarik banyak perhatian publik karena menyabet berbagai kategori penghargaan bergengsi di perhelatan Festival Film Indonesia (FFI) 2023 lalu.

Read More

Sebuah karya sinematik yang memperkenalkan budaya dan kehidupan sehari-hari di pulau tersebut. Berikut adalah deretan hal menarik tentang film ini yang patut diketahui.

Sinopsis Women from Roten Island

Sembilan hari setelah kematiannya, Abraham belum dimakamkan, demi memenuhi pesan terakhir Abraham: “Tidak ada pemakaman sebelum Martha pulang.”

Kepulangan Martha (Irma Novita Rihi) dari Sabah, Malaysia, tentu merupakan kebahagiaan tersendiri bagi keluarga, terutama Orpha (Merlinda Dessy Adoe) sang ibunda dan Bertha (Keziallum Ratu Ke) adiknya.

Namun, setelah dua tahun di luar negeri, Martha ternyata depresi berat akibat pemerkosaan yang dialaminya saat bekerja sebagai buruh di perkebunan kelapa sawit. Sebagai kepala keluarga, Orpha pun harus menjadi perempuan tangguh. Tapi, karena lingkungan kurang kondusif, Martha pun kembali menjadi korban pelecehan seksual. Lantas, apa yang harus mereka lakukan selanjutnya?

Empat penghargaan FFI 2023 untuk Women from Roten Island

Dalam gelaran FFI 2023, Women from Roten Island masuk ke dalam empat kategori nominasi. Kerennya, film yang tayang perdana di Busan International Film Festival ini menyabet penghargaan tersebut. Yakni, Sutradara Terbaik, Film Cerita Panjang Terbaik, Penulis Skenario Asli Terbaik, dan Pengarah Sinematografi Terbaik.

Lokasi Syuting yang Autentik di Pulau Rote

Film ini sepenuhnya diambil di Pulau Rote, memberikan tampilan yang autentik dan memukau tentang keindahan alam serta kehidupan masyarakat lokal. Penonton dapat merasakan atmosfer pulau tersebut melalui visual yang indah.

Mengangkat Kehidupan Perempuan di Pulau Rote

Film ini memberikan fokus pada kehidupan perempuan di Pulau Rote. Ceritanya memperlihatkan perjuangan dan keberanian para perempuan yang menjalani kehidupan di tengah budaya dan lingkungan yang memaksa perempuan untuk menjadi sosok yang tangguh.

Bahasa Lokal dan Kearifan Lokal

Film ini menggambarkan percakapan sehari-hari dalam bahasa lokal Pulau Rote, memberikan keaslian pada dialog dan menambah kekayaan budaya film ini. Kearifan lokal dan tradisi juga diperlihatkan dengan indah dalam alur cerita.

Dibuat oleh Sutradara dan Kru Lokal

Pencipta film ini adalah sutradara dan kru lokal yang memiliki pemahaman mendalam tentang kehidupan di Pulau Rote. Ini memberikan perspektif yang berbeda dan mendalam pada cerita, serta memberikan dukungan langsung kepada industri perfilman lokal.

Musik Tradisional sebagai Bagian Integral

Musik tradisional Pulau Rote turut menghiasi film ini, menambahkan dimensi artistik yang mendalam. Suara musik yang khas dan lirik yang mengandung makna lokal menjadi bagian integral dari pengalaman menonton.

Mengangkat Nilai-Nilai Lokal dan Keberagaman Budaya

Film ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga membawa penonton masuk ke dalam dunia nilai-nilai lokal dan keberagaman budaya di Pulau Rote. Pesan-pesan tentang persaudaraan, keberanian, dan kebersamaan dapat diambil dari setiap adegan.

Partisipasi Masyarakat Lokal dalam Produksi

Masyarakat lokal di Pulau Rote tidak hanya menjadi latar belakang, tetapi juga aktif terlibat dalam proses produksi film ini. Kolaborasi ini menciptakan karya sinematik yang lebih autentik dan mendalam.

Siap menyaksikannya pada bulan Februari 2024 mendatang?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *