Revitalisasi Kawasan Percandian Muarajambi, Menelisik Kembali Kejayaan Kerajaan Sriwijaya

Perjalanan guru Buddha terkenal, Atisha Dipamkara Srijnana, ke Suvarnadvipa menyoroti pentingnya wilayah ini sebagai pusat pembelajaran dan praktik Buddhis. Lebih dari seribu tahun lalu, Atisha melakukan perjalanan laut ke Sumatera, mengikuti ajaran Serlingpa di Muarajambi. Pengalaman ini menegaskan komitmennya terhadap pertumbuhan spiritual dan pencarian ajaran bodhicita.

Muarajambi, terletak di sepanjang Sungai Batanghari, berkembang sebagai pusat penting ajaran Buddha, menarik tokoh dan cendekiawan dari Asia, termasuk Atisha. Periode ini memperkaya perjalanan spiritual Atisha dan meletakkan dasar pengaruhnya terhadap agama Buddha mahayana di Tibet. Warisan Muarajambi sebagai tempat pembelajaran agama Buddha menyoroti keterhubungan komunitas Buddha.

Read More

Kawasan Muarajambi, yang berdiri sejak kejayaan Sriwijaya, merupakan kompleks cagar budaya tertua dan terluas di Asia Tenggara. Situs ini menampilkan nilai-nilai sejarah dan budaya yang telah bertahan selama berabad-abad, menunjukkan kedalaman tradisi spiritual dan pendidikan.

Fitra Arda dari Kemendikbudristek menjelaskan bahwa Muarajambi adalah bukti nyata terciptanya peradaban dan proses edukasi penting di masa lalu. Desain kompleks Muarajambi mirip dengan Nalanda di India, menunjukkan perannya sebagai pusat pembelajaran Buddha yang signifikan.

Kawasan Percandian Muarajambi terbentang luas dan dipenuhi dengan struktur batu bata kuno serta artefak berharga. Penemuan arkeologis dan analisis penanggalan karbon menegaskan perannya sebagai pusat pembelajaran.

Indonesian Heritage Agency mengumumkan upaya revitalisasi Kawasan Percandian Muarajambi untuk mengembalikan perannya sebagai pusat pendidikan dan spiritual. Ahmad Mahendra dari BLU MCB menyatakan bahwa tujuan mereka adalah meremajakan fungsi sejarah Muarajambi sebagai pusat pembelajaran dan pendidikan spiritual.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *