Setelah 148 Tahun Berdiri, Toshiba Bangkrut

Hampir setiap generasi pasti sudah tak asing dengan merek raksasa elektronik ini. Mulai dari televisi, komputer, laptop hingga speaker buatan perusahaan yang berdiri sejak 1875 tersebut mengisi rumah, sekolah hingga perkantoran. Akan tetapi, tampaknya generasi selanjutnya tak bisa lagi menggunakan produk terbaru Toshiba karena sudah bangkrut.

Sebelum Toshiba dinyatakan bangkrut, perusahaan Jepang itu sempat menduduki era kejayaannya. Diketahui, Toshiba pernah terdaftar dalam Bursa Efek Tokyo selama kurang lebih 74 tahun. Bahkan, perusahaan raksasa itu juga pernah masuk dalam indeks Nikkei.

Salah satu perusahaan penyelamat Jepang

Toshiba, brand elektronik asal Jepang ini jadi salah satu penyelamat dan pembangkit perekonomian Jepang setelah hancur pasca perang dunia ke-2.

Toshiba Perusahaan Terbesar Jepang by Investor.doc

Penyebab Toshiba Bangkrut 

Awalnya, kebangkrutan Toshiba disebabkan oleh malapraktik akuntansi (skandal keuangan) di beberapa divisi pada 2015. Skandal tersebut melibatkan nama-nama penting di perusahaan. Selama tujuh tahun, Toshiba telah melebihkan keuntungan sebesar $1,59 miliar. Pada 2020, ditemukan ketidakcocokan akuntansi.

Penyebab lain kejatuhan Toshiba adalah masalah tata kelola dan pengambilan keputusan pemegang saham. Investigasi 2020 menunjukkan kolusi dengan Kementerian Perdagangan Jepang. Konflik dengan Westinghouse Electric pada 2016 juga berdampak negatif.

Toshiba menghadapi kerugian besar karena proyek pembangkit listrik tenaga nuklir bersama Westinghouse Electric yang gagal. Untuk stabil, mereka menjual lini bisnis dan akhirnya menerima modal $5,4 miliar pada 2017. Perusahaan dipisah menjadi beberapa entitas kecil melalui proposal pembelian JIP pada 2022.

Dihapus Bursa Saham Tokyo Sejak 2023 

Melansir dari pemberitaan Reuters, pada Rabu, 20 Desember 2023 lalu, Toshiba secara resmi dihapus dari Bursa Saham Tokyo di hari itu juga. Alasannya yaitu telah terjadi pergolakan dan skandal yang ada di lingkup internal perusahaan.

Hal ini pun berdampak terhadap antusias pembelian saham disertai dengan masa depan Toshiba yang semakin tidak jelas. Masih melansir sumber yang sama, Toshiba pada akhirnya dibeli oleh salah satu investor domestik yang dipimpin Japan Industrial Partners (JIP).

JIP sendiri merupakan sebuah perusahaan ekuitas swasta asal Jepang. Di dalamnya termasuk ada Chubu Electric Power (perusahaan utilitas), Orix (perusahaan jasa keuangan), dan juga Rohm (produsen chip). Menurut kabar yang beredar, Toshiba dijual dengan harga $14 miliar.

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *