Konon, ketika para tokoh adat di wilayah Bukittinggi mengadakan lomba kreasi bubur di desa Jambu Air, Kecamatan Banuhampu sekitar tahun 1960-an, nenek Amai Zona terlambat mengetahui informasi itu, sehingga persiapannya kurang apik.
Kendati demikian, lomba yang dia ikuti dengan persiapan seadanya itu berhasil membuatnya menjadi juara, setelah nenek Amai meracik enam jenis bubur dagangannya yang belum laku terjual ke dalam satu wadah, yaitu bubur ketan putih, ketan hitam, bubur sumsum, bubur kacang hijau, kolak pisang, dan biji salak.
Bubur yang membuatnya menjadi juara itu pun kemudian diberi nama Kampiun. Kampiun diambil dari bahasa Inggris “Champion” yang berarti pemenang.
Campur aduk aneka bubur legit dalam satu wadah memang tidak lazim pada masa itu, namun rupanya ketika diracik secara tepat menghasilkan cita rasa baru yang menggoyang lidah, dan menjadi salah satu idola terutama sebagai sajian manis untuk berbuka puasa.
Begitu sekiranya yang menarik pemuda Bendungan Hilir (Benhil) Muhammad Fahri Fadilah saat ditanya alasannya berdagang “Bubur Kampiun” di Bazaar Takjil Benhil pada hari kedua Ramadhan 1445 Hijriah.
Di tengah arus modernisasi dan pesatnya pembangunan di sekitar lokasi, Bazaar Takjil Benhil tetap menjadi destinasi unggulan bagi masyarakat berkat ketersediaan makanan dan minuman yang beragam, harga terjangkau, serta standar kebersihan dan keamanan yang terjaga, menjadikannya giat kulit tahunan ini tetap bergeliat, meski sempat tutup karena COVID-19 di 2020 – 2021.
Tinggal mencari alamatnya di Jalan Bendungan Hilir 3 RW01, Tanah Abang, Jakarta Pusat saja.
Ada juga olahan ikan seperti pempek (makanan khas Palembang, Sumatera Selatan) hingga otak-otak. Kemudian ada menu khas Jawa Tengah seperti gudeg lengkap dengan krecek dan bacem, juga buntil yang legit gurih dengan ikan teri dengan parutan kelapa. Intinya, semua kuliner yang umum dihidangkan saat berbuka puasa berkumpul di Bazaar Takjil Benhil.
Ini yang menarik, makanan dan minuman favorit yang beragam di Bazaar Takjil Benhil cukup terjangkau harganya. Selain itu, dagangan di sana sudah sering didatangi petugas Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk menjamin kebersihan dan keamanannya.
Sebagai acuan, satu porsi Bubur Kampiun dibanderol Rp25 ribu, sementara steik ayam dihargai dikisaran Rp25 ribu. Jangan lupa bahwa makanan favorit orang Indonesia untuk berbuka puasa biasanya gorengan seperti risol, pastel, tahu isi, bakwan dan lain sebagainya. Rata-rata penjual membanderol dagangan mereka Rp10 ribu untuk tiga potong gorengan.
Pengunjung yang tidak membawa uang tunai pun tidak perlu khawatir karena setiap stan pedagang Bazaar Takjil Benhil sudah menerima pembayaran digital dengan memindai kode Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS. Tidak jarang ditemukan juga pedagang yang menerima pembayaran dengan cara transfer bank atau menggunakan mesin debit ATM.
Tidaklah heran, Bazaar Takjil Benhil menjadi tempat yang strategis bagi pedagang makanan dan minuman dan para pekerja kantoran di sekitar kawasan ini.






