Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kawiyan menegaskan pentingnya peran orang tua dalam menjaga keamanan anak-anak saat beraktivitas di ruang digital. Dalam diskusi daring bertajuk “Perlindungan Anak dalam Ruang Digital”, Kawiyan menyoroti bahwa orang tua memiliki peran sentral sebagai pengawas dan pembimbing bagi anak-anak dalam menghadapi berbagai tantangan teknologi.
“Orang tua adalah gerbang utama bagi anak-anak dalam menghadapi ruang digital. Mereka harus memberikan pendampingan, membangun wawasan, dan memberikan arahan yang tepat agar anak-anak bisa berselancar di internet dengan aman,” ujar Kawiyan.
Dalam era di mana pemahaman teknologi anak-anak sering kali melampaui orang tua, Kawiyan mengakui bahwa orang tua sering menghadapi kesulitan dalam memahami teknologi terbaru seperti kecerdasan buatan dan tren media sosial. Hal ini menimbulkan tantangan dalam melakukan pengawasan yang efektif terhadap penggunaan teknologi oleh anak-anak mereka.
Untuk mengatasi hal ini, Kawiyan mendorong perlunya pelatihan dan program literasi digital khusus bagi orang tua. “Pemerintah perlu memberikan sosialisasi yang lebih luas, seperti kelas literasi digital, untuk membekali orang tua dengan pengetahuan tentang teknologi terkini. Hal ini akan membantu mereka mengurangi dampak negatif dari penggunaan teknologi bagi anak-anak,” tambahnya.
Selain upaya pendidikan kepada orang tua, Kawiyan juga menyoroti pentingnya regulasi yang memastikan adanya sistem teknologi ramah anak. Sebagai contoh, ia merujuk pada Peraturan Pemerintah terbaru yang sedang disusun oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Peraturan ini diharapkan dapat memberikan jaminan keamanan bagi anak-anak dalam menggunakan layanan elektronik.
“Kementerian Kominfo sedang menggodok regulasi yang akan mewajibkan penyelenggara sistem elektronik untuk memberikan lingkungan yang aman bagi pengguna anak-anak. Ini termasuk tata kelola layanan yang menjaga keamanan dan keselamatan mereka,” paparnya.
Diskusi ini menegaskan bahwa perlindungan anak di ruang digital memerlukan kolaborasi antara orang tua, pemerintah, dan penyelenggara layanan teknologi. Dengan pendekatan yang holistik, diharapkan generasi muda dapat lebih terlindungi dan mendapatkan manfaat maksimal dari perkembangan teknologi digital.






